fin.co.id - China menyerukan kepada Amerika Serikat (AS) untuk membatalkan langkah-langkah tarif sepihak yang dikenakan pada mitra dagang mereka, menyusul putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan beberapa tarif yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump.
Seorang juru bicara Kementerian Perdagangan China mengatakan, Beijing secara konsisten menentang peningkatan tarif sepihak dan mempertahankan bahwa tidak ada pemenang dalam perang dagang.
“Langkah-langkah sepihak yang diambil oleh AS, termasuk tarif timbal balik dan tarif terkait fentanyl, tidak hanya melanggar aturan perdagangan dan ekonomi internasional tetapi juga bertentangan dengan hukum domestik AS, dan tidak melayani kepentingan pihak mana pun,” kata juru bicara tersebut, dikutip Global Times, Senin, 23 Februari 2026.
Kementerian itu menambahkan, bahwa pengalaman masa lalu menunjukkan kerja sama antara China dan AS menguntungkan kedua negara, sementara konfrontasi merugikan keduanya.
“Kami juga mencatat bahwa AS sedang bersiap untuk mengadopsi langkah-langkah alternatif, seperti investigasi perdagangan, dalam upaya untuk mempertahankan tarif pada mitra dagangnya. China akan memantau perkembangan ini dengan cermat dan dengan tegas melindungi hak dan kepentingannya yang sah,” lanjut juru bicara tersebut.
Pekan lalu, Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa tarif timbal balik, tarif terkait fentanyl, dan bea masuk terkait lainnya yang dikenakan berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional adalah melanggar hukum.