Iran Hampir Capai Kesepakatan Pembelian Rudal Anti-Kapal Supersonik China

news.fin.co.id - 24/02/2026, 20:53 WIB

Iran Hampir Capai Kesepakatan Pembelian Rudal Anti-Kapal Supersonik China

fin.co.id - Iran hampir mencapai kesepakatan dengan China untuk pembelian rudal jelajah anti-kapal, menurut enam orang yang mengetahui negosiasi tersebut.

Enam orang yang mengetahui pembicaraan tersebut, termasuk tiga pejabat yang diberi pengarahan oleh pemerintah Iran, serta tiga pejabat keamanan.

"Kesepakatan untuk rudal CM-302 buatan China hampir selesai, meskipun belum ada tanggal pengiriman yang disepakati," kata orang-orang tersebut, dikutip CNA.

Rudal supersonik ini memiliki jangkauan sekitar 290 km dan dirancang untuk menghindari pertahanan kapal musuh, dengan cara terbang rendah dan cepat.

Advertisement

Menurut para ahli senjata, pengerahan rudal ini akan secara signifikan meningkatkan kemampuan serangan Iran dan menimbulkan ancaman bagi pasukan angkatan laut AS di kawasan tersebut.

Negosiasi dengan China untuk membeli sistem senjata rudal, yang dimulai setidaknya dua tahun lalu, meningkat tajam setelah perang 12 hari antara Israel dan Iran pada bulan Juni.

Saat perundingan memasuki tahap akhir musim panas lalu, para pejabat militer dan pemerintah senior Iran melakukan perjalanan ke Tiongkok, termasuk Massoud Oraei, wakil menteri pertahanan Iran.

Israel Khawatir dengan Kesepakatan Rudal Iran-China

Hampir tercapainya kesepakatan antara Iran dan China soal pembelian rudal jelajah anti-kapal menimbulkan kekhawatiran Israel.

“Ini akan mengubah segalanya, jika Iran memiliki kemampuan supersonik untuk menyerang kapal di wilayah tersebut,” kata Danny Citrinowicz, mantan perwira intelijen Israel dan sekarang peneliti senior Iran di lembaga think tank Institut Studi Keamanan Nasional Israel.

Reuters tidak dapat memastikan berapa banyak rudal yang terlibat dalam kesepakatan potensial tersebut, berapa banyak yang telah disetujui Iran untuk dibayar, atau apakah Tiongkok akan melanjutkan kesepakatan tersebut sekarang, mengingat meningkatnya ketegangan di kawasan itu.

“Iran memiliki perjanjian militer dan keamanan dengan sekutunya, dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk memanfaatkan perjanjian-perjanjian ini,” kata seorang pejabat kementerian luar negeri Iran kepada Reuters.

Potensi penjualan tersebut akan menggarisbawahi semakin dalamnya hubungan militer antara China dan Iran pada saat ketegangan regional meningkat, yang mempersulit upaya AS untuk menahan program rudal Iran dan mengekang aktivitas nuklirnya.

Advertisement

Hal itu juga akan menandakan meningkatnya kesediaan Tiongkok untuk menegaskan diri di wilayah yang telah lama didominasi oleh kekuatan militer AS.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID