fin.co.id – Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya turun tangan mendalami kasus dugaan pemukulan terhadap tiga pegawai SPBU di kawasan Cipinang, Jakarta Timur. Peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh seorang pria yang mengaku sebagai aparat berjabatan tinggi.
Kabid Propam Polda Metro Jaya, Radjo Alriadi Harahap mengatakan, pihaknya kini berkoordinasi dengan penyidik Reskrim Polres Metro Jakarta Timur untuk mengusut tuntas insiden tersebut.
“Masih kami dalami dengan Reskrim Polrestro Jaktim terhadap pelaku pemukulan dimaksud,” ujar Radjo kepada awak media, Selasa, 24 Februari 2026.
Ia juga membenarkan bahwa Propam ikut memastikan apakah pelaku benar anggota aparat atau hanya mengaku-ngaku. “Betul sekali,” tegasnya.
Salah satu korban, Abud Mahmudin (28), operator SPBU yang telah bekerja sekitar empat tahun, menceritakan kejadian yang dialaminya. Ia mengaku awalnya hanya ingin melihat situasi ketika terjadi keributan di area tempatnya bekerja.
“Saya nggak ngomong apa-apa, cuma lihat saja. Namanya juga di lingkungan kerja, ingin tahu saja situasinya,” tuturnya.
Namun situasi memanas ketika rekannya lebih dulu ditampar. Saat Abud mendekat secara refleks, ia justru ikut menjadi sasaran.
“Pas teman saya kena tampar, saya refleks mendekat. Tiba-tiba dia malah menunjuk-nunjuk ke saya,” katanya.
Tak lama kemudian, Abud mengaku dipukul di bagian mata hingga merasa pusing. Pelaku disebut kembali menghampirinya dan memukul bagian pipi serta belakang telinga.
“Gigi saya patah jadi setengah, berdarah karena kena sarafnya,” ungkapnya.
Akibat luka tersebut, Abud mengaku kesulitan makan dan masih merasakan nyeri saat berbicara. Ia telah menjalani visum dan mendapatkan perawatan medis.
Kasus ini menjadi sorotan publik setelah video kejadian beredar luas di media sosial. Polda Metro Jaya menegaskan akan menindak tegas apabila terbukti terjadi tindak pidana maupun pelanggaran etik, serta memastikan proses hukum berjalan profesional dan transparan.
Rafi Adhi/Disway