Internasional . 25/02/2026, 10:10 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Kartel ini juga terlibat dalam pencucian uang, perdagangan senjata, penyelundupan manusia, hingga pemerasan.
Dunia menyaksikan kekuatan mereka saat peristiwa “Culiacanazos” 2019 dan 2023, ketika kota Culiacán lumpuh akibat blokade jalan, pembakaran kendaraan, dan serangan bersenjata untuk memaksa pembebasan tokoh penting mereka.
Dalam sejarah kepemimpinan, nama besar seperti Joaquín Guzmán alias El Chapo dan Ismael Zambada García alias El Mayo menjadi figur sentral.
Pasca-penangkapan El Chapo, tongkat estafet beralih ke generasi penerus yang dikenal sebagai “Los Chapitos”—Iván, Alfredo, Joaquín Jr., dan Ovidio Guzmán López—yang disebut sebagai arsitek ekspansi era fentanyl.
Di sisi lain, Jalisco New Generation Cartel muncul sebagai rival paling agresif dalam satu dekade terakhir.
Berdiri sekitar 2011, CJNG tumbuh cepat melalui pendekatan ekspansi berbasis “franchise”, memanfaatkan sel-sel regional dengan komando terpusat.
Keunggulan mereka terletak pada kombinasi sumber dana besar, akses senjata kaliber tinggi, serta jaringan pencucian uang canggih yang melibatkan kelompok keuangan seperti Los Cuinis.
CJNG mengoperasikan laboratorium narkotika sintetis skala industri di berbagai lokasi tersembunyi di Meksiko, lalu mendistribusikannya ke hampir seluruh 50 negara bagian AS.
CJNG beroperasi seperti perusahaan global dengan divisi produksi, distribusi, dan keuangan yang terintegrasi.
Kematian El Mencho, buronan internasional dengan hadiah 15 juta dolar AS, mengakhiri era salah satu pendiri paling ditakuti dalam sejarah kartel modern.
Sebelumnya, lingkaran dalamnya telah dihantam penindakan hukum, termasuk ekstradisi tokoh kunci jaringan keuangan serta hukuman berat bagi anggota keluarga inti.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media