fin.co.id - Program gentengisasi, inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti atap rumah berbahan seng dengan genteng, segera dijalankan di Jakarta. Tahap awal program ini akan berlangsung di permukiman padat Menteng Tenggulun, Menteng, Jakarta Pusat, dengan renovasi terhadap 52 rumah.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, pekerjaan renovasi akan dilakukan oleh Kementerian Kawasan Pemukiman dan Perkotaan (PKP) RI. Ratu menekankan, program gentengisasi tidak hanya memperbaiki fisik rumah, tetapi juga mengintegrasikan penataan kawasan dengan penguatan ekonomi warga berbasis UMKM.
"Kami melihat potensi besar di Menteng Tenggulun untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata kuliner berbasis komunitas. Dinas PPKUKM memastikan akan mendorong dan memberikan bantuan maksimal agar UMKM di sini tumbuh dan naik kelas," ujarnya kepada wartawan, 25 Februari 2026.
Dari 52 rumah yang direnovasi, 23 di antaranya merupakan rumah tinggal sekaligus lokasi usaha warga, sementara 10 UMKM lain akan tetap menerima pembinaan meski rumahnya sudah layak huni.
Program ini sejalan dengan agenda Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yang menekankan pentingnya penataan kawasan yang tidak hanya memperbaiki lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Bapak Gubernur Pramono Anung secara konsisten menekankan bahwa penataan Jakarta harus menyentuh dua hal sekaligus, yaitu memperbaiki kualitas lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan warga," ucap Ratu.
Dinas PPKUKM juga akan melakukan pendataan dan pemetaan potensi usaha warga, khususnya di bidang kuliner, untuk mendukung konsep wisata kuliner komunitas yang sedang disiapkan. Hampir setiap sudut Menteng Tenggulun memiliki pelaku usaha makanan dan minuman rumahan yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik ekonomi baru.
"Kami akan fasilitasi legalitas usaha, peningkatan kualitas produk, kemasan dan branding, fasilitasi pemasaran, hingga akses pembiayaan. Kami juga telah menggandeng perbankan dan lembaga pembiayaan agar pelaku UMKM tidak terjerat rentenir, sekaligus meningkatkan literasi keuangan mereka," tambah Ratu.
Ia berharap kolaborasi lintas sektor ini mampu mengubah Menteng Tenggulun dari kawasan padat menjadi kawasan yang tertata, bersih, produktif, dan dikenal sebagai destinasi wisata kuliner berbasis gotong royong.
"Ini bukan hanya tentang memperbaiki atap dan dinding rumah, tetapi membangun harapan dan masa depan ekonomi warga. Ketika pusat dan daerah berjalan bersama, dampaknya akan jauh lebih kuat dan menyentuh langsung masyarakat," pungkas Ratu.
Cahyono/Disway