fin.co.id - Seorang pria bertopeng melepaskan beberapa tembakan ke arah seorang pemimpin Muslim di luar rumahnya di Utah, Amerika Serikat (AS), Selasa, 24 Februari 2026.
Sasaran serangan di pinggiran Salt Lake City adalah Shuaib Din, seorang imam yang memimpin Pusat Islam Utah, masjid terbesar di negara bagian itu.
Beruntung, Din tidak terluka, meskipun kendaraannya terkena beberapa tembakan, lapor The Salt Lake Tribune, mengutip pernyataan polisi.
Din mengatakan kepada surat kabar itu, bahwa seorang pria telah duduk di dalam mobil di luar rumahnya sebelum melepaskan tembakan. Penembakan terjadi saat ia pergi untuk menunaikan salat Maghrib di masjid.
“Dia tahu rumah saya, tahu mobil saya, tahu jadwal saya,” kata Din.
Ia menjelaskan, setelah setelah berbuka puasa bersama keluarganya di rumah, ia lalu keluar dari garasinya. Tiba-tiba, pria bersenjata yang mengenakan masker dan hoodie, keluar dari kendaraan dan melepaskan beberapa tembakan sebelum melarikan diri.
Setelah menelepon 911, Din mengaku mencoba mendapatkan nomor plat kendaraan tersangka. Lalu, pelaku Kembali mendekati kendaraan Din dan menembakkan setidaknya delapan tembakan.
"Peluru mengenai kursi depan dan belakang, serta kaca depan," kata Din. Ia mencoba mengejar tersangka tetapi kemudian menghentikan upaya tersebut.
Polisi mengatakan belum ada tersangka yang ditangkap. Pihak berwenang kemudian merilis gambar yang mereka yakini sebagai kendaraan tersangka.
Kendaraan tersebut digambarkan sebagai mobil penumpang berwarna putih, yang mungkin mengalami kerusakan atau ada bagian yang terlepas di bawah bemper depan sisi penumpang.
Pusat Islam Utah Apresiasi Upaya Aparat
Dalam sebuah pernyataan, Pusat Islam Utah berterima kasih kepada penegak hukum dan mendesak masyarakat untuk menghindari spekulasi, menambahkan bahwa langkah-langkah keamanan yang lebih ketat akan diterapkan di masjid tersebut.
Dewan Hubungan Amerika-Islam (Council on American-Islamic Relations), organisasi hak sipil dan advokasi Muslim terbesar di negara itu, menawarkan hadiah $5.000 untuk informasi yang mengarah pada penangkapan dan hukuman.
Mereka juga menyerukan peningkatan perlindungan polisi untuk Din dan komunitas Muslim.
Wali Kota Sandy, Monica Zoltanski, mengatakan para pejabat kota "sangat prihatin" dengan insiden tersebut dan mencatat bahwa kejadian itu terjadi selama Ramadan, bulan yang ditandai dengan puasa, doa, dan refleksi.