Ekonomi . 26/02/2026, 17:51 WIB

Menkop Minta Alfamart–Indomaret Setop Ekspansi ke Desa

Penulis : Gatot Wahyu  |  Editor : Gatot Wahyu

“Rakyat juga punya hak bikin ritel modern. Kita ingin bersaing secara sehat, tapi arenanya harus sehat dan fair,” tegasnya.

Ferry menjelaskan filosofi di balik penguatan Kopdeskel Merah Putih bukan sekadar membuka toko, tetapi menciptakan sistem distribusi yang adil dan berkelanjutan.

Berbeda dengan jaringan ritel nasional, koperasi desa dimiliki oleh masyarakat setempat. Artinya, keuntungan usaha akan kembali kepada anggota koperasi yang merupakan warga desa itu sendiri.

“Koperasi Desa itu milik masyarakat desa. Kalau salah satu kegiatannya ritel modern, maka keuntungannya kembali ke warga desa,” jelas Ferry.

Skema ini diharapkan dapat:

  • Menjaga perputaran uang tetap di desa

  • Meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi

  • Membuka lapangan kerja lokal

  • Mengurangi ketimpangan ekonomi desa-kota

Pemerintah menekankan bahwa kebijakan ini bukan untuk menghambat investasi ritel modern, melainkan menciptakan keseimbangan ekonomi.

Ekspansi ritel nasional tetap dihormati, namun desa diprioritaskan sebagai ruang tumbuh koperasi dan ekonomi rakyat. Dengan demikian, pembangunan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di kota besar, tetapi merata hingga tingkat desa.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com