Megapolitan . 27/02/2026, 16:18 WIB

Arab Saudi Stop Impor Ayam dan Telur dari Indonesia, Ini Alasan Kementan

Penulis : Gatot Wahyu  |  Editor : Gatot Wahyu

Dampak ke Industri

Dari sisi ekonomi, Kementan memastikan dampaknya terhadap industri unggas nasional relatif terbatas.

Pasalnya, ekspor unggas Indonesia ke Arab Saudi masih kecil dibandingkan dengan besarnya pasar domestik.

Indonesia sendiri merupakan produsen unggas terbesar di ASEAN dengan populasi sekitar 3,9 miliar ekor.

Kapasitas produksi nasional bahkan telah melampaui kebutuhan dalam negeri, sehingga membuka peluang ekspor, terutama produk turunan dan olahan.

“Penguatan sistem kesehatan hewan adalah fondasi utama kepercayaan pasar internasional. Kami memastikan biosekuriti, surveilans penyakit, serta penerapan zonasi dan kompartemen berjalan konsisten sebagai standar nasional,” tegas Agung.

Hasil Peternakan Kementan, Makmun, menjelaskan bahwa akses ekspor produk unggas ke Arab Saudi saat ini masih dalam tahap negosiasi teknis.

Untuk produk segar seperti karkas dan telur, akses pasar memang belum disetujui.

Namun ada kemajuan pada produk olahan.

“Produk olahan ayam yang telah melalui pemanasan pada suhu yang mampu membunuh virus HPAI (Highly Pathogenic Avian Influenza) sudah disetujui,” kata Makmun.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com