Internasional . 27/02/2026, 16:17 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Ia menuding Taliban telah “menjadi agen India” dan menilai kelompok tersebut tidak menjalankan ekspektasi perdamaian pasca-penarikan pasukan NATO dari Afghanistan.
Menurutnya, setelah penarikan diri NATO, Taliban seharusnya fokus pada stabilitas internal dan rekonsiliasi nasional. Namun yang terjadi justru sebaliknya.
Khawaja Asif bahkan menuduh Afghanistan telah berubah menjadi “koloni India” dan menjadi tempat berkumpulnya kelompok teroris internasional yang kemudian diekspor ke luar negeri.
Tuduhan ini berpotensi memperkeruh hubungan regional, terutama mengingat rivalitas lama antara Pakistan dan India.
27 Posisi Taliban Diklaim Hancur
Sementara itu, Menteri Penerangan Pakistan, Attaullah Tarar, mengumumkan bahwa serangan militer Pakistan telah menargetkan sejumlah posisi pertahanan Taliban di Kabul, Paktia, dan Kandahar.
Ia mengklaim bahwa:
27 posisi Taliban telah dihancurkan
9 posisi lainnya berhasil direbut
133 pejuang Taliban tewas
Lebih dari 200 lainnya mengalami luka-luka
Klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen, dan hingga kini belum ada pernyataan resmi terperinci dari pihak Afghanistan terkait jumlah korban yang diumumkan Pakistan.
Potensi Dampak Regional
Konflik terbuka antara Pakistan dan Afghanistan berpotensi menimbulkan dampak luas, baik secara politik maupun keamanan kawasan.
Perbatasan kedua negara, yang dikenal dengan garis Durand, selama ini memang menjadi titik panas yang sering memicu ketegangan. Tuduhan saling melindungi kelompok militan dan sengketa wilayah kerap menjadi akar masalah.
Jika eskalasi ini terus berlanjut, sejumlah analis memperingatkan risiko:
Meningkatnya arus pengungsi lintas batas
Gangguan perdagangan regional
Ketidakstabilan keamanan di Asia Selatan
Meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan India
Selain itu, konflik ini juga dapat mempersulit upaya internasional dalam menjaga stabilitas Afghanistan pasca-penarikan NATO.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media