Politik . 27/02/2026, 13:22 WIB

Gawat! Nasib Ekonomi RI di Ujung Tanduk, Adidaya Institute Desak Prabowo Tendang Menteri 'Loyo'

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

“Sebanyak 43 persen bobot kebijakan publik berada pada klaster engine (mesin) pertumbuhan ekonomi riil, dan bukan pada program simbolik,” jelas Bramastyo. Ia menambahkan, “Big push berhasil jika pemerintah berani memilih prioritas. Data riset nasional menunjukkan Kampung Nelayan, KDKMP, dan 3 juta rumah memiliki daya ungkit tertinggi terhadap produksi dan lapangan kerja.”

Evaluasi Menyeluruh Sektor Ekonomi Mendesak

Meskipun Adidaya Institute enggan menyebut nama menteri secara eksplisit untuk direshuffle, mereka memberikan sinyal yang sangat keras. Sinyal ini ditujukan kepada Presiden Prabowo agar segera meninjau ulang kinerja kementerian yang berfokus pada sektor ekonomi. Fokus utama dari peninjauan ini adalah delapan program strategis yang menjadi tulang punggung pemerintahan Prabowo-Gibran.

Kedelapan program strategis tersebut meliputi:

  • Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)
  • Kampung Nelayan
  • Pembangunan 3 Juta Rumah
  • Lumbung Pangan
  • Makan Bergizi Gratis (MBG)
  • Sekolah Rakyat
  • Cek Kesehatan Gratis (CKG)
  • Dukungan Palestina Merdeka

Bramastyo menyerahkan sepenuhnya keputusan terkait perombakan kabinet kepada hak prerogatif Presiden Prabowo. Namun, ia kembali menekankan sebuah poin krusial. Evaluasi menyeluruh terhadap kementerian yang menjadi mesin penggerak ekonomi adalah harga mati. Langkah ini sangat penting jika Indonesia ingin segera keluar dari jerat masalah kemiskinan dan ketimpangan struktural yang membelenggu. (*)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com