fin.co.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menambah jumlah sekolah swasta gratis menjadi 103 sekolah mulai tahun ajaran Juli 2026. Penambahan ini merupakan kelanjutan dari program 40 sekolah swasta gratis yang telah berjalan sejak 2025.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov DKI untuk memperluas akses pendidikan berkualitas tanpa membebani biaya pendidikan, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan.
Tambahan 63 Sekolah Baru pada 2026
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menyampaikan bahwa pada tahun ajaran baru Juli 2026, jumlah sekolah swasta gratis akan bertambah signifikan.
“Kita akan tambah. Sekarang ini kan 2026 jadi 103 jumlahnya. Kan yang 40 yang awal [2025],” ujar Nahdiana di Gedung Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Artinya, akan ada tambahan 63 sekolah baru yang masuk dalam program pembiayaan penuh oleh pemerintah daerah. Dengan total 103 sekolah, cakupan program ini dipastikan semakin luas dan menjangkau lebih banyak peserta didik di berbagai wilayah Jakarta.
Dua SLB Sudah Masuk Program Sejak 2025
Nahdiana juga menjelaskan bahwa dari 40 sekolah swasta gratis yang sudah berjalan sejak 2025, terdapat dua Sekolah Luar Biasa (SLB) yang diperuntukkan bagi anak berkebutuhan khusus.
“40 sekolah swasta gratis ini ada di tahun 2025 dan sudah berjalan. Dua di antaranya adalah sekolah SLB untuk anak berkebutuhan khusus,” katanya.
Kehadiran SLB dalam program ini menunjukkan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya fokus pada sekolah reguler, tetapi juga memperhatikan kebutuhan pendidikan inklusif.
Mulai Berlaku Juli 2026
Program 40 sekolah swasta gratis yang berjalan saat ini mengikuti siklus tahun ajaran nasional, dimulai Juli 2025 dan akan berakhir Juni 2026.
Setelah itu, program diperluas menjadi 103 sekolah dan kembali dimulai pada tahun ajaran baru Juli 2026.
“Kalau yang 40 itu sudah tahun 2025. Kan tahun pelajaran itu dimulainya Juli, jadi akan berakhir di Juni nanti. Mulai lagi Juli 2026. Jadi 103 ini akan mulai di Juli 2026,” jelas Nahdiana.