Donald Trump Umumkan Kematian Ali Khamenei, Warga Teheran Sambut Kabar Duka dengan Sorak-Sorai

news.fin.co.id - 01/03/2026, 08:34 WIB

Donald Trump Umumkan Kematian Ali Khamenei, Warga Teheran Sambut Kabar Duka dengan Sorak-Sorai

Donald Trump klaim Ali Khamenei tewas dalam serangan udara gabungan AS-Israel di Teheran.Foto:X.com

fin.co.id - Dunia terhenyak saat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam sebuah operasi militer besar-besaran yang dilancarkan bersama Israel. Sabtu malam, 28 Februari 2026, menjadi saksi bisu serangan udara presisi yang menyasar jantung pertahanan Teheran, sebuah aksi yang diklaim Trump sebagai "kesempatan terbesar" bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka dari kekuasaan teokrasi.

"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah tiada," tulis Trump dalam unggahan media sosialnya. Ia menegaskan bahwa pemboman intensif akan terus berlanjut selama sepekan ke depan guna memastikan kemampuan nuklir Iran benar-benar lumpuh total.

Teheran Bergolak: Sorak-Sorai di Balik Reruntuhan

Meskipun pemerintah Iran belum mengeluarkan konfirmasi resmi mengenai kematian sang pemimpin, situasi di ibu kota Teheran dilaporkan sangat kontras. Saksi mata mengungkapkan kepada The Associated Press bahwa sebagian warga turun ke jalan untuk merayakan kabar tersebut dengan tiupan peluit dan sorak-sorai, di tengah kepulan asap yang masih membubung dari gedung-gedung yang hancur.

Advertisement

Namun, kegembiraan itu dibayangi oleh ancaman perang total. Iran langsung melancarkan serangan balasan dengan menembakkan ratusan rudal dan drone ke arah Israel serta pangkalan militer AS di wilayah Teluk, termasuk di Bahrain, Kuwait, dan Qatar. Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, memperingatkan bahwa "penindas internasional" akan menerima pelajaran yang tidak akan pernah mereka lupakan.

Tragedi Kemanusiaan: Sekolah Putri di Selatan Iran Terhantam

Di balik adu kekuatan militer ini, warga sipil menjadi korban yang paling menderita. Laporan memilukan datang dari wilayah selatan Iran, di mana sebuah sekolah putri dikabarkan terkena hantaman serangan yang menewaskan sedikitnya 115 orang. Selain itu, di wilayah Lamerd, fasilitas olahraga dan area pemukiman juga dilaporkan hancur dengan korban jiwa mencapai belasan orang.

Operasi gabungan yang telah direncanakan selama berbulan-bulan ini tidak hanya mengincar Khamenei, tetapi juga berhasil menewaskan sejumlah petinggi militer, termasuk Komandan Korps Garda Revolusi dan Menteri Pertahanan Iran. Trump menyerukan kepada seluruh anggota Garda Revolusi untuk segera meletakkan senjata, seraya menawarkan imunitas atau menghadapi "kematian pasti" jika tetap melawan.

Kini, dengan hilangnya sosok yang memegang kata akhir dalam segala kebijakan Iran selama dekade terakhir, Timur Tengah berada di ambang ketidakpastian besar. Dunia memantau dengan cemas apakah jatuhnya Khamenei akan membawa demokrasi yang diharapkan, atau justru memicu kekosongan kekuasaan berdarah yang akan mengguncang pasar energi dan keamanan global secara permanen.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID