Kemensos Berencana Salurkan MBG Untuk Lansia

news.fin.co.id - 01/03/2026, 21:20 WIB

Kemensos Berencana Salurkan MBG Untuk Lansia

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Rikhi Ferdian))

fin.co.id -  Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia berencana menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada lansia atau kelompok rentan di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Tangerang. Hal itu disampaikan, dalam acara buka puasa bersama guru dan siswa Sekolah Rakyat di ICE BSD, Kecamatan Pagedangan.

"Saat ini, sedang kami matangkan terus konsepnya. Ini kan sedang bertransformasi, untuk lansia dan penyandang disabilitas, kami akan menyesuaikan dengan MBG, " Menteri Sosial Syaifullah Yusuf kepada wartawan, Sabtu, 28 Februari 2026.

Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini juga mengungkapkan bahwa penyaluran MBG lansia ini akan menyasar kepada 300 ribu warga yang memasuki usia 75 tahun dengan kondisi hidup tanpa pendampingan dari anggota keluarga. Program ini akan diuji coba pada sejumlah wilayah termasuk Kabupaten Tangerang di tahun 2026 ini.

‎"Kami harapkan secepatnya ya. Ini lagi mau uji coba dulu di beberapa titik. Kemarin kami simulasi sekaligus mengusulkan kira-kira antara 300 ribu sampai 400 ribu penerima manfaat," ungkapnya.

Advertisement

Ia menjelaskan, pada program MBG lansia ini akan tetap dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG. Sementara, untuk penyalurannya akan melibatkan sukarelawan seperti Karang Taruna di masing-masing wilayah.

‎"Petugas mengirim makanan itu, bisa dari Karang Taruna, bisa dari relawan-relawan, yang sekaligus kami harapkan nanti mereka bisa menjadi pengasuh atau perawat bagi para lansia," pungkasnya.

Hanya saja, kata Gus Ipul, ada sedikit kekurangan akurasi pada data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN). Katanya, hal itu menjadi masalah untuk menangani pemberian MBG dan  pemerlu pelalayan kesejahteraan sosial (PPKS). Maka dari itu, pihaknya juga berencana untuk memperkuat  DTSEN  untuk menangani para PPKS seperti, lansia terlantar, anak terlantar, anak jalanan dan yang lainnya.

‎"Kita harus memiliki data yang akurat tentang pemerlu layanan sosial itu. Jadi kita sedang konsolidasi dengan daerah supaya kita tahu datanya. Yang penting datanya ini bisa kita ketahui sehingga  bisa kita intervensi (PPKS tersebut)," ujarnya.

‎Ipul menuturkan, langkah ini dilakukan agar penerima bantuan sosial (Bansos) dan MBG lansia dapat tersalurkan pada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. ‎Oleh karena itu, kata Gus Ipul, kedepannya pihaknya akan melakukan kerja sama dengan lembaga swasta untuk memperkuat DTSEN agar Bansos dapat tersalurkan dengan tepat sasaran.

‎"Jangan sampai bantuan-bantuan pemerintah diterima oleh mereka yang tidak berhak, tapi diterima oleh mereka-mereka yang paling membutuhkan. Kalau PPKS itu  masuk dalam data, kan kita bisa bantu bersama-sama," tuturnya.

‎Selain itu, Gus Ipul turut mengajak seluruh masyarakat untuk terlibat pada proses pemutakhiran DTSEN  agar Bansos yang disalurkan oleh pemerintah dapat diterima dengan tepat sasaran. Caranya, masyarakat bisa mengakses aplikasi Cek Bansos, kemudian masuk ke menu DTSEN dan memasukkan NIK masing-masing untuk memastikan apakah data sudah sesuai.

‎Jika ditemukan kekeliruan, misalnya merasa seharusnya terdaftar di desil tertentu namun tercantum berbeda, masyarakat dapat memanfaatkan fitur  usul dan sanggah yang tersedia di aplikasi tersebut dengan melampirkan bukti-bukti yang diperlukan. Atau bisa melalui call center Kemensos yaitu 021-171 untuk mengecek dan melaporkan apabila ada kekeliruan data diri.

‎"Saya ingin mengajak seluruh masyarakat, pemerintah maupun non-pemerintah untuk bersama-sama kita perbaiki data ini," tutupnya

Advertisement
Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Reporter FIN.CO.ID untuk daerah Tangerang.