Pramono Waspadai Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Harga Kebutuhan di Jakarta

news.fin.co.id - 01/03/2026, 14:58 WIB

Pramono Waspadai Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Harga Kebutuhan di Jakarta

Gubernur Jakarta, Pramono Anung - Cahyono -

fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo mengatakan kekhawatirannya terhadap potensi dampak konflik antara Israel dan Amerika Serikat (AS) melawan Iran yang bisa berimbas pada kenaikan harga barang di Ibu Kota.

Menurutnya, situasi global yang memanas berisiko memengaruhi stabilitas pasokan, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi ketika kebutuhan bahan pokok masyarakat biasanya meningkat.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menilai gangguan terhadap jalur transportasi internasional, termasuk jika akses strategis seperti Selat Hormuz ditutup, akan berdampak langsung pada rantai distribusi barang.

Sebagaimana dilaporkan media Iran, Tasnim, saat ini Garda Revolusi Iran (IRGC) disebut telah menutup jalur vital Selat Hormuz menyusul serangan AS-Israel. Penutupan tersebut dilakukan karena jalur perairan itu dinilai berada dalam situasi tidak aman.

Advertisement

"Kalau ada apa-apa pasti akan menyebabkan kenaikan harga-harga dan juga menyebabkan apa, supply chain-nya terganggu," kata Pramono di Jakarta Timur dikutip Minggu, 1 Februari 2026.

Ia menegaskan, eskalasi di kawasan Timur Tengah dapat membawa dampak langsung maupun tidak langsung bagi perekonomian Jakarta. Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI akan terus menjalin komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna meminimalkan dampak terhadap stabilitas ekonomi daerah.

"Ya kita di DKI Jakarta, tadi saya juga menyampaikan, untuk tentunya berhati-hati. Kita akan berkomunikasi terus untuk menjaga Jakarta dengan baik," ujarnya.

Pramono turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Jakarta di tengah ketidakpastian global. Bahkan, ia menyarankan warga mempertimbangkan untuk tidak melakukan perjalanan mudik jika tidak mendesak saat Idul Fitri.

Sebagai bentuk stimulus, Pemprov DKI menyiapkan berbagai insentif bagi warga yang tetap berada di Jakarta saat Lebaran. Program tersebut mencakup pesta diskon di ratusan pusat perbelanjaan, hotel, dan destinasi wisata, hingga layanan transportasi umum gratis.

"Untuk Jakarta kita tetap jaga bersama, dan dalam rangka menyambut Idul Fitri, saya sudah berulang kali menyampaikan, tema utama yang diambil Jakarta adalah Mudik ke Jakarta," pungkas Mas Pram, sapaan akrabnya.

Cahyono/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID