fin.co.id - Beberapa hari sebelum kabar kematiannya diumumkan, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dikabarkan telah merancang skenario suksesi darurat untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk—termasuk jika dirinya tewas dalam serangan militer Amerika Serikat atau Israel.
Langkah tersebut menandai perubahan besar dalam sikap Teheran. Ancaman dari Washington dan Tel Aviv tak lagi dipandang sebagai retorika politik semata, melainkan potensi nyata yang harus dihadapi dengan kesiapan struktural dan militer.
Instruksi Rahasia
Di tengah mandeknya negosiasi nuklir, lingkaran dalam kekuasaan Iran serta petinggi Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) disebut telah menerima instruksi khusus.
Skenario itu mencakup:
-
Pendelegasian wewenang strategis secara berlapis
-
Protokol komunikasi darurat jika pusat komando lumpuh
-
Skema pengambilalihan keputusan militer dan diplomatik dalam hitungan jam
Jika komunikasi dengan Pemimpin Tertinggi terputus akibat serangan atau situasi ekstrem, struktur komando alternatif langsung aktif untuk menjaga stabilitas nasional.
Ali Larijani, Aktor Kunci di Balik Manajemen Krisis