Teheran Berduka! Iran Resmi Konfirmasi Kematian Ali Khamenei Akibat Serangan 'Entitas Zionis' dan AS

news.fin.co.id - 01/03/2026, 10:01 WIB

Teheran Berduka! Iran Resmi Konfirmasi Kematian Ali Khamenei Akibat Serangan 'Entitas Zionis' dan AS

Pemerintah Iran resmi konfirmasi kematian Ali Khamenei dalam serangan AS-Israel. Teheran tetapkan 40 hari masa berkabung nasional dan 7 hari libur untuk sang pemimpin.Foto:X@taremp

fin.co.id – Setelah sempat menjadi teka-teki, pemerintah Iran akhirnya memecah keheningan dengan mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei. Media resmi pemerintah Iran, IRIB, menyatakan bahwa sang pemimpin revolusi tersebut tewas atau "syahid" tepat di meja kerjanya saat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel menghantam kompleks Beit Rahbari di pusat Teheran, Sabtu dini hari.

"Pemimpin bangsa, Yang Mulia Ayatollah Khamenei, telah syahid dalam serangan bersama oleh Amerika Serikat yang kriminal dan rezim Zionis," tulis pernyataan resmi yang disiarkan melalui saluran Telegram IRIB dan kantor berita Nour News, Minggu 1 Maret 2026.

40 Hari Masa Berkabung Nasional

Sebagai penghormatan terakhir bagi sosok yang telah memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade tersebut, pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Selain itu, Teheran juga mengumumkan hari libur nasional selama tujuh hari ke depan guna memberikan kesempatan bagi rakyat Iran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sang "ulama pejuang" tersebut.

Advertisement

Laporan media Iran juga merinci bahwa serangan itu terjadi saat Khamenei tengah menjalankan tugas kedinasannya. Ironisnya, serangan ini berlangsung tepat setelah adanya perundingan nuklir di Jenewa yang sempat disebut mengalami kemajuan besar oleh Menteri Luar Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Pihak Teheran menyayangkan langkah militer Donald Trump yang dianggap "menusuk dari belakang" di tengah proses diplomasi.

Tragedi Keluarga di Jantung Kekuasaan

Konfirmasi ini sekaligus memperkuat laporan sebelumnya mengenai tewasnya anggota keluarga inti Khamenei. Kantor berita Fars, yang memiliki kedekatan dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), membenarkan bahwa putri, menantu, serta cucu Khamenei ikut gugur dalam serangan 30 bom yang meluluhlantakkan kediaman mereka.

Kematian Ali Khamenei menandai berakhirnya sebuah era di Republik Islam Iran. Meski begitu, tewasnya sang pemimpin tertinggi diprediksi tidak akan memadamkan api perlawanan. Sebaliknya, eskalasi militer justru semakin memanas setelah Israel dikabarkan mulai melancarkan gelombang serangan baru yang secara khusus menargetkan sistem rudal balistik dan pertahanan udara di seluruh wilayah Iran. Dunia kini bersiap menghadapi potensi pembalasan besar-besaran dari sisa-sisa kekuatan militer Iran yang masih siaga.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID