AS Bantah Kapal Induk USS Abraham Lincoln Kena Rudal Iran: Tidak Mendekati Sasaran

news.fin.co.id - 02/03/2026, 07:34 WIB

AS Bantah Kapal Induk USS Abraham Lincoln Kena Rudal Iran: Tidak Mendekati Sasaran

Kapal Induk USS Abraham Lincoln. (X.com /@aljmhwryt44796) ·

fin.co.id - Militer Amerika Serikat membantah klaim Korps Garda Revolusi Islam yang menyebut telah menghantam kapal induk USS Abraham Lincoln dengan rudal balistik.

Bantahan itu disampaikan oleh Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) melalui unggahan di platform X. "Lincoln tidak terkena. Rudal yang diluncurkan bahkan tidak mendekati sasaran," tulis CENTCOM di X.

Menurut mereka, kapal induk tersebut tetap menjalankan operasi udara untuk mendukung kampanye militer yang disebut bertujuan menghilangkan ancaman dari rezim Iran.

Gugus tempur kapal induk Lincoln menjadi satu dari dua gugus tempur kapal induk AS yang dikerahkan ke kawasan tersebut. Selain Lincoln, kapal induk USS Gerald R. Ford juga berada di wilayah yang sama sebagai bagian dari peningkatan kekuatan militer AS terbesar di Timur Tengah dalam satu generasi.

Advertisement

Klaim Garda Revolusi Iran

Sebelumnya, Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa kapal induk milik Angkatan Laut AS itu telah menjadi sasaran serangan langsung.

"Kapal induk AS Abraham Lincoln dihantam oleh empat rudal balistik," demikian pernyataan Garda Revolusi Iran yang dimuat media lokal dan dilansir Aljazeera, Minggu.

Kapal induk sepanjang 333 meter itu juga dilaporkan berbalik arah meninggalkan kawasan teluk menuju Samudera Hindia setelah serangan rudal tersebut.

Operasi Militer dan Korban

Serangan militer AS dan sekutunya disebut dimulai pada Sabtu pukul 01.15 waktu setempat, berdasarkan keterangan pejabat CENTCOM. Operasi tersebut diklaim bertujuan melumpuhkan “aparat keamanan rezim Iran, dengan memprioritaskan lokasi yang menimbulkan ancaman langsung.”

Sejumlah target utama dalam operasi itu meliputi fasilitas komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam, sistem pertahanan udara Iran, lokasi peluncuran rudal dan drone, hingga lapangan terbang militer.

Di tengah eskalasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa sembilan kapal angkatan laut Iran telah ditenggelamkan dalam operasi militer.

Pernyataan itu disampaikan Trump pada Minggu, 1 Maret 2026, melalui unggahan di X. “Saya baru saja diberitahu bahwa kami telah menghancurkan dan menenggelamkan 9 Kapal Angkatan Laut Iran, beberapa di antaranya relatif besar dan penting,” tulisnya.

Advertisement

Ia juga menyebut markas besar angkatan laut Iran telah “sebagian besar dihancurkan” dalam serangan terpisah. Trump menegaskan operasi militer akan terus berlanjut. “Kita akan mengejar sisanya, mereka juga akan segera mengapung di dasar laut!” lanjutnya.

Dalam operasi tempur tersebut, tiga personel militer Amerika Serikat dilaporkan tewas dan lima lainnya mengalami luka parah, menurut keterangan pejabat CENTCOM pada Minggu.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca