Gila! Trump Akui Bakal Banyak Tentara AS yang Mati di Iran Setelah 3 Personel Tewas Dibunuh

news.fin.co.id - 02/03/2026, 06:50 WIB

Gila! Trump Akui Bakal Banyak Tentara AS yang Mati di Iran Setelah 3 Personel Tewas Dibunuh

Marinir Amerika Serikat memberikan penghormatan terakhir kepada rekan mereka yang gugur dalam tugas saat upacara ramp di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan, Jumat 27 Agustus 2021. (Foto: Reuters)

fin.co.id - Tiga anggota militer Amerika Serikat dilaporkan tewas dalam operasi militer yang digelar Washington terhadap Iran. Kabar tersebut disampaikan oleh Komando Pusat AS dalam pernyataan resmi pada Minggu, menandai korban jiwa pertama yang dikonfirmasi sejak serangan terhadap Iran dimulai pada Sabtu.

Selain tiga korban tewas, lima personel militer lainnya dilaporkan mengalami luka parah dalam Operasi Epic Fury. Hingga kini, otoritas AS belum mengumumkan identitas para tentara yang gugur tersebut kepada publik.

Sebelumnya, saat mengumumkan dimulainya aksi militer yang menyasar Iran, Presiden AS Donald Trump telah mengisyaratkan kemungkinan jatuhnya korban di pihak Amerika. Ia menyatakan bahwa “nyawa para pahlawan Amerika mungkin akan hilang, dan kita mungkin akan mengalami korban jiwa. Itu sering terjadi dalam perang”.

Serangan Berlanjut, Kawasan Kian Bergejolak

Advertisement

Pada Minggu, serangan besar kembali dilancarkan oleh Israel dan AS di sejumlah wilayah Iran. Ini menjadi hari kedua operasi militer yang disebut bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan di Teheran.

Rangkaian serangan tersebut semakin memperuncing situasi di kawasan Timur Tengah. Konflik yang melibatkan sejumlah negara ini dinilai telah mendorong kawasan ke arah konfrontasi regional yang lebih luas, tanpa kejelasan akhir maupun hasil yang dapat diprediksi.

Eskalasi ini terjadi setelah hubungan antara pejabat di Washington dan Teheran memanas dalam beberapa waktu terakhir. Pernyataan keras dari kedua belah pihak memunculkan kekhawatiran akan kemungkinan perkembangan militer lanjutan dalam waktu dekat.

Donald Trump pada Minggu kembali memperingatkan Iran. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat akan menyerang Iran “dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya” jika Teheran merealisasikan ancaman pembalasan menyusul tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan udara Israel pada Sabtu.

Target Serangan Meluas

Serangan tidak hanya menyasar pejabat pemerintahan yang sedang menjabat. Sebuah rumah di Teheran milik mantan presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, dilaporkan hancur akibat serangan tersebut. Hingga saat ini, kondisi maupun keberadaannya belum dapat dipastikan.

Di sisi lain, media pemerintah Iran melaporkan lonjakan jumlah korban akibat serangan rudal yang menghantam sebuah sekolah perempuan di wilayah selatan Iran. Jumlah korban tewas disebut mendekati 150 orang. Serangan yang terjadi pada Sabtu pagi itu dinilai sebagai insiden paling mematikan sejauh ini dalam kampanye pengeboman yang dilakukan AS dan Israel di Iran.

Gelombang Protes di Amerika Serikat

Di tengah meningkatnya ketegangan internasional, aksi demonstrasi anti-perang bermunculan di berbagai kota di Amerika Serikat. Massa berkumpul di luar Gedung Putih serta di kawasan Times Square, New York, untuk menyuarakan penolakan terhadap keterlibatan militer Amerika di Timur Tengah.

Advertisement

Penyelenggara aksi menyampaikan sikap tegas mereka dalam sebuah pernyataan. Mereka menyebut, “Serangan ilegal dan tanpa provokasi Trump terhadap Iran adalah tindakan perang yang mengancam akan menyebabkan kematian dan kehancuran yang tak terbayangkan. Tetapi rakyat negara ini menolak perang tanpa akhir lainnya dan akan turun ke jalan sekarang dan menyuarakan pendapat kami.”

Konflik yang terus berkembang ini menambah panjang daftar ketegangan geopolitik di kawasan tersebut, sekaligus memunculkan kekhawatiran dunia terhadap potensi perang yang lebih luas. *

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca