Nasional . 03/03/2026, 13:44 WIB

Catat Waktunya! Daftar Wilayah di Indonesia yang Bisa Melihat Gerhana Bulan Total Hari Ini

Penulis : Ari Nur Cahyo  |  Editor : Ari Nur Cahyo

6Gerhana Sebagian Berakhir (U4)20.17.3321.17.3322.17.33

7Gerhana Penumbra Berakhir (P4)21.24.3522.24.3523.24.35

Durasi dan Visibilitas Wilayah

BMKG mencatat bahwa durasi total gerhana, mulai dari fase penumbra awal hingga berakhir, memakan waktu hingga 5 jam 41 menit 51 detik. Namun, bagi Anda yang ingin fokus pada fase parsial (sebagian), durasinya berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik.

Momen yang paling ditunggu, yakni fase totalitas—saat Bulan sepenuhnya masuk dalam bayangan umbra Bumi—akan berlangsung selama 59 menit 27 detik. Durasi hampir satu jam ini memberikan waktu yang cukup bagi masyarakat untuk mengabadikan momen melalui kamera maupun teleskop.

Terkait visibilitas, penduduk di wilayah Timur Indonesia (WIT) mendapatkan keuntungan lebih. Mereka dapat mengamati seluruh fase gerhana dari awal (P1) karena posisi Bulan sudah terbit saat fase pertama dimulai. Sebaliknya, penduduk di wilayah Barat Indonesia (WIB) akan melihat gerhana yang sudah dalam kondisi berlangsung (saat fase totalitas atau puncak) sesaat setelah Bulan terbit di ufuk timur.

Mengapa Bulan Berwarna Merah?

Fenomena warna merah pada Gerhana Bulan Total terjadi karena hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. Saat cahaya Matahari melewati atmosfer, spektrum warna biru yang memiliki panjang gelombang pendek akan tersebar. Sementara itu, spektrum warna merah yang memiliki panjang gelombang lebih panjang akan lolos dan membias menuju permukaan Bulan.

Intensitas warna merah ini sangat bergantung pada kondisi atmosfer Bumi saat itu. Jika atmosfer mengandung banyak debu atau polusi akibat erupsi gunung berapi, warna merah pada Bulan saat puncak gerhana akan tampak lebih gelap atau merah tua.

Panduan Mengamati Gerhana dengan Aman

Berbeda dengan Gerhana Matahari yang membutuhkan filter khusus, Anda dapat menikmati Gerhana Bulan Total secara langsung dengan mata telanjang tanpa alat bantu apa pun. BMKG menyarankan masyarakat untuk mencari lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya agar warna merah Bulan terlihat kontras.

Pastikan Anda memiliki pandangan langit yang terbuka ke arah timur, karena fenomena ini terjadi saat Bulan baru saja terbit. Penggunaan binokular atau teleskop kecil sangat disarankan bagi Anda yang ingin melihat detail permukaan kawah Bulan yang memerah.

Pastikan Anda tidak melewatkan fenomena alam yang luar biasa ini, mengingat Gerhana Bulan Total tidak terjadi setiap tahun di lokasi yang sama. Segera siapkan perangkat dokumentasi Anda dan pantau kondisi cuaca lokal untuk mendapatkan pengalaman observasi terbaik.(*).

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com