fin.co.id - Ketegangan di kawasan Laut Tengah bagian timur semakin meningkat. Inggris dan Prancis resmi mengerahkan armada kapal perang serta aset pertahanan udara pada Selasa 3 Maret 2026 untuk memperkuat keamanan di sekitar pangkalan militer Inggris di Siprus.
Langkah ini diambil sehari setelah serangan drone yang diduga buatan Iran menghantam Pangkalan Angkatan Udara Inggris, RAF Akrotiri, pada Senin.
Meski hanya menyebabkan kerusakan ringan pada hanggar pesawat, insiden tersebut memicu respons militer cepat dari negara-negara Eropa.
Drone Serang Pangkalan Strategis Inggris di Siprus
Serangan drone yang menghantam RAF Akrotiri disebut menggunakan jenis Shahed, yang selama ini dikenal sebagai drone tempur jarak jauh. Pemerintah Siprus menduga kelompok proksi Iran di Lebanon berada di balik peluncuran tersebut.
RAF Akrotiri sendiri merupakan salah satu pangkalan militer strategis Inggris di kawasan Mediterania Timur. Letaknya berada di wilayah barat daya kota Limassol, Siprus, dan sering digunakan untuk operasi militer serta pengawasan udara di Timur Tengah.
Insiden ini memaksa otoritas setempat mengevakuasi sekitar 1.000 penduduk dari kawasan sekitar pangkalan demi alasan keamanan.
Inggris Tugaskan HMS Dragon Lindungi Siprus
Sebagai respons cepat, Kementerian Pertahanan Inggris mengerahkan kapal perusak Type-45, HMS Dragon, menuju perairan Siprus. Kapal perang tersebut membawa lebih dari 200 personel militer.
HMS Dragon dilengkapi sistem pertahanan udara Sea Viper yang canggih. Sistem ini mampu meluncurkan delapan rudal dalam waktu kurang dari 10 detik dan memandu hingga 16 proyektil secara bersamaan untuk mencegat target dengan presisi tinggi.
Tak hanya itu, militer Inggris juga mengirim dua helikopter Wildcat tambahan yang dipersenjatai rudal Martlet, khusus dirancang untuk melumpuhkan ancaman drone.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menegaskan bahwa pengerahan ini merupakan respons atas eskalasi konflik AS-Israel dengan Iran.
“Kami akan selalu bertindak demi kepentingan Inggris dan sekutu kami,” ujar Starmer, seperti dikutip dari BBC.
Prancis Kerahkan Kapal Induk Nuklir Charles de Gaulle