Nasional . 04/03/2026, 08:39 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
Sementara itu, beberapa kota diprakirakan hanya mengalami kondisi berawan, yakni Banda Aceh, Pekanbaru, Pontianak, Palu, dan Sorong.
Namun, kondisi berawan bukan berarti bebas risiko. Perubahan dinamika atmosfer dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama ketika sistem cuaca regional sedang aktif.
Sebelumnya, pada Selasa, 3 Maret 2026, BMKG mengidentifikasi kemunculan tiga bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia. Sistem ini berpotensi memicu cuaca ekstrem berupa peningkatan curah hujan, angin kencang, hingga gelombang tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan hingga Selasa pukul 07.00 WIB, terdapat tiga sistem siklon aktif, yaitu:
BMKG memantau pergerakan ketiga sistem tersebut secara intensif selama 24 jam penuh. Meski demikian, masyarakat diminta tetap tenang.
“Kami memantau pergerakan ketiga bibit siklon ini secara intensif selama 24 jam penuh. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak tidak langsungnya, seperti genangan atau angin kencang. Pastikan hanya merujuk pada kanal resmi BMKG untuk menghindari informasi yang tidak benar,” ujar Teuku Faisal.
Di tengah meningkatnya potensi cuaca ekstrem, BMKG menekankan pentingnya mengakses informasi dari kanal resmi. Penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dapat memicu kepanikan.
BMKG terus memperbarui prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui platform resminya. Dengan mengikuti informasi resmi, masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi yang tepat tanpa terjebak hoaks.
Cuaca memang tidak bisa dikendalikan. Namun, kesiapan dan kewaspadaan bisa meminimalkan risiko. Jadi, sebelum beraktivitas hari ini, pastikan Anda sudah mengecek prakiraan cuaca terbaru. (ANTARA)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media