fin.co.id - Kasus dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh mendapat perhatian dari Kepolisian RI Resor (Polres) Aceh Selatan.
Polres Aceh Selatan tengah menyelidiki penyebab dugaan keracunan menu MBG yang dialami belasan pelajar di Kecamatan Pasie Raja pada akhir Februari silam.
"Kepolisian menyelidiki dugaan keracunan dialami belasan pelajar usai makan program MBG," kata Kepala Seksi Humas Polres Aceh Selatan, Ipda Syarif, Senin, 2 Maret 2026, dikutip Antara.
Seperti diketahui, 18 pelajar dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga SMA di Kecamatan Pasie Raja harus dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis, pada Jumat, 27 Februari 2026 sore.
Belasan pelajar itu harus mendapatkan penanganan medis usai menyantap menu program MBG yang disuplai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gampong Ujung Padang Rasian yang dikelola Yayasan Ruang Kito Basamo.
Polisi Sudah Melakukan Olah TKP
Syarif menyebutkan pihaknya memastikan proses hukum berjalan paralel dengan penanganan medis dan evaluasi teknis dapur. Tim kepolisian juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara.
Ia juga mengatakan, Polres Aceh Selatan memastikan memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai klarifikasi. Proses tersebut dilakukan guna mengumpulkan keterangan yang komprehensif sebelum menarik kesimpulan hukum.
"Kepolisian segera memanggil pihak-pihak terkait untuk klarifikasi serta mengumpulkan keterangan. Nanti, jika ada perkembangan terkait kasus ini, akan kami sampaikan kembali," kata Syarif.
Operasional SPPG Ujung Padang Rasian Dihentikan
Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Aceh Selatan, Yona Violiska mengatakan, operasional dapur SPPG Ujung Padang Rasian dihentikan sementara.
Ia menyebutkan penghentian operasional dilakukan setelah tim turun langsung ke SPPG. Hasil temuan tersebut, telah dilaporkan secara berjenjang ke tingkat yang lebih tinggi.
"Penghentian sementara dapur SPPG Ujung Padang Rasian hingga ada keputusan resmi melalui sistem informasi kesehatan dan gizi nasional, Tauwas Care," kata Yona.