fin.co.id - Kepolisian Resor Cianjur secara tegas tidak merekomendasikan jalur Puncak II, sebagai jalur alternatif untuk pemudik Lebaran 2025.
Keputusan ini diambil setelah aparat melakukan survei langsung ke sepanjang rute, serta menemukan sejumlah risiko serius bagi keselamatan pengguna jalan.
Kasat Lalu Lintas Polres Cianjur, AKP Hardian Ardianto, menyatakan survei dilakukan menyeluruh sampai ke jalur utara, timur, dan tembus selatan.
"Jalur Puncak II di sejumlah titik terdapat landasan jalan rusak dan terjadi penyempitan di sejumlah jembatan, serta minim sarana dan prasarana penunjang, seperti rambu dan penerangan jalan umum," ungkap Hardian Ardianto.
Hasilnya menunjukkan bahwa banyak bagian permukaan jalan yang rusak, lebar jalan sempit, serta minimnya penerangan dan rambu lalu lintas.
Menurutnya, untuk keamanan jalur puncak II ini dinilai belum siap untuk dilintasi secara aman oleh kendaraan pemudik saat lebaran 2026 nanti.
Hardian menegaskan ada pula titik rawan longsor sepanjang Puncak II, yang berpotensi membahayakan saat cuaca buruk atau hujan deras.
"Kami menyarankan pengendara atau pemudik dengan tujuan kota/kabupaten di Jabar, Jateng dan Jatim melintas di jalur utama Puncak atau melalui jalur alternatif Jonggol-Cianjur, dengan catatan ada penambahan rambu dan PJU yang masih minim," jelasnya.
Karena itu, ia mengimbau para pemudik untuk tidak mengambil risiko melalui jalur ini, terutama saat malam hari ketika visibilitas rendah dan lampu jalan terbatas.
Pihak kepolisian justru mendorong masyarakat memilih jalur alternatif yang lebih aman, agar perjalanan mudik lancar hingga kampung halaman.
"Kami upayakan perbaikan dan penambahan dapat tuntas sebelum H-10 lebaran atau paling telat H-7 lebaran, sehingga saat dilalui pemudik seluruh jalur utama Cianjur sudah layak serta aman dan nyaman," ucap Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur, M Iqbal Safarudin.
Beberapa rute seperti jalur Jonggol dan rute Sukaluyu yang tembus ke Cibeber lalu selatan Cianjur, disebut layak dilalui dengan catatan pengendara tetap waspada.
Di jalur Jonggol misalnya, meski ada perbaikan jalan dilakukan, beberapa titik masih minim lampu penerangan dan rambu sehingga perlu kehati-hatian ekstra.
Hardian pun menekankan pentingnya kerjasama dengan dinas terkait untuk memperbaiki fasilitas di jalur alternatif, agar keselamatan pemudik lebih terjamin.
Polisi juga akan terus melakukan koordinasi serta meningkatkan pengamanan di jalur yang direkomendasikan, demi kelancaran arus mudik dan balik.