Nasional . 04/03/2026, 14:39 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
fin.co.id - Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Bengkulu Utara setelah seorang siswa MIN 2 Ketahun, M. Fatih (8), meninggal dunia pada Minggu malam, 1 Maret 2026.
Peristiwa ini sempat memicu kepanikan publik karena beredar dugaan bahwa korban mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.
Namun, hasil investigasi terbaru mengungkap fakta berbeda.
Program MBG di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Bengkulu Utara menjadi sorotan setelah Fatih dilaporkan mengalami gangguan kesehatan tak lama setelah jam sekolah.
Informasi yang beredar di media sosial dan grup WhatsApp wali murid menyebutkan korban sempat mengonsumsi menu burger yang terdiri dari roti, pisang, dan kacang.
Foto-foto korban saat menjalani perawatan medis turut viral dan memicu kekhawatiran orang tua siswa lainnya. Bahkan sempat beredar imbauan agar paket MBG yang belum dikonsumsi tidak dimakan terlebih dahulu sebelum ada kepastian penyebab kejadian.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa kematian Fatih tidak berkaitan dengan konsumsi makanan MBG.
Menurutnya, korban diketahui pingsan sebelum sempat menyantap menu MBG yang didistribusikan oleh SPPG Giri Kencana.
“Korban belum memakan menu MBG saat ditemukan dalam kondisi tidak sadar,” tegas Nanik dalam keterangan di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media