fin.co.id - Komentator politik Amerika Serikat, Tucker Carlson, kembali memicu kontroversi setelah mengklaim bahwa Arab Saudi dan Qatar telah menangkap serta menahan agen Mossad Israel yang diduga merencanakan pengeboman di negara-negara Teluk.
Pernyataan tersebut disampaikan Carlson dalam programnya pada Senin waktu setempat. Ia mempertanyakan motif di balik dugaan aksi tersebut, terutama di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Klaim itu pertama kali dikutip oleh media berbasis Inggris, Middle East Eye, pada Selasa (3/3/2026). Namun, laporan tersebut juga menegaskan bahwa tudingan Carlson tidak dapat diverifikasi secara independen.
Israel Disebut Sengaja Tebar Kekacauan
Dalam pernyataannya, Carlson mempertanyakan alasan Israel diduga melakukan pengeboman di negara-negara Teluk yang saat ini juga berada dalam tekanan akibat konflik dengan Iran.
“Mengapa orang Israel melakukan pengeboman di negara-negara Teluk, yang juga sedang diserang Iran? Bukankah mereka berada di pihak yang sama?” ujar Carlson dalam tayangannya.
Ia bahkan menuduh Israel sengaja menciptakan instabilitas di antara negara-negara Arab yang selama ini dikenal sebagai sekutu Amerika Serikat. Menurutnya, tindakan tersebut berpotensi memperkeruh situasi geopolitik yang sudah memanas.
Carlson menyebut beberapa negara yang disebut menjadi target ketegangan, yakni Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bahrain, Oman, dan Kuwait.
Namun, hingga kini tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah Arab Saudi, Qatar, maupun Israel terkait klaim tersebut. Carlson juga tidak memaparkan sumber spesifik atas tudingan yang ia sampaikan.
Muncul di Tengah Serangan AS-Israel ke Iran
Pernyataan Carlson muncul dalam konteks konflik yang semakin terbuka antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dilaporkan terjadi pada Sabtu lalu. Dalam laporan yang beredar, serangan tersebut disebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sejumlah pejabat senior, serta ratusan warga sipil.
Situasi ini memperburuk ketegangan di kawasan yang sebelumnya sudah rapuh akibat rivalitas panjang antara Iran dan Israel, serta keterlibatan Amerika Serikat di Timur Tengah.
Serangan Awal Tewaskan 150 Siswi