Ekonomi . 04/03/2026, 20:22 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
Fenomena serupa juga terlihat di Pasar Beringharjo Yogyakarta dan Pasar Johar Semarang. Selain gamis viral, batik sarimbit keluarga ikut diburu pembeli yang ingin tampil seragam saat hari raya.
Pedagang mengaku lonjakan pembelian sudah terasa sejak awal Ramadan. Dalam sehari, satu kios bisa menjual puluhan potong gamis model viral tersebut.
Tren “Gamis Bini Orang” menunjukkan kuatnya pengaruh media sosial dalam membentuk preferensi pasar. Nama yang unik dan mudah diingat terbukti mampu mendongkrak penjualan, bahkan mengalahkan promosi konvensional.
Bagi pelaku UMKM, fenomena ini menjadi bukti bahwa kreativitas dalam branding bisa menjadi kunci sukses di tengah persaingan industri fashion muslim yang semakin ketat.
Hingga awal Maret 2026, gamis “Bini Orang” masih bertengger sebagai salah satu model paling dicari untuk baju Lebaran 2026. Para pedagang memprediksi permintaan akan terus meningkat hingga mendekati malam takbiran.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media