Gebrakan Besar! RI Tancap Gas Bangun PLTS 13 GW demi Target Ambisius 100 GW

news.fin.co.id - 05/03/2026, 19:21 WIB

Gebrakan Besar! RI Tancap Gas Bangun PLTS 13 GW demi Target Ambisius 100 GW

CEO Danantara, Rosan P. Roeslani - Anisha Aprilia -

fin.co.id - Pemerintah Indonesia tidak main-main dalam mengejar mimpi transisi energi nasional. Dalam langkah yang sangat berani, pemerintah secara resmi memprioritaskan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas total 13 Gigawatt (GW) sebagai tahap awal dari mega proyek ambisius untuk mencapai target 100 GW yang tersebar hingga ke pelosok desa di seluruh Indonesia.

Langkah ini menjadi salah satu pilar utama pemerintah untuk mempercepat penyediaan akses energi bersih yang merata sekaligus menekan ketergantungan pada energi fosil. Dengan skala yang begitu masif, proyek ini diharapkan mampu mengubah peta energi nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Tahap Awal 13 GW: Fokus pada Kecepatan dan Efisiensi

Dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (5/3/2026), CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menetapkan skala prioritas yang terukur. Rencana besar yang mencakup total 100 GW ini akan dipangkas menjadi fase-fase yang lebih realistis dan dapat dieksekusi dengan cepat.

Advertisement

“Jadi kurang lebih dari usulan tadi awal 100 Megawatt mungkin ada 13, eh dari 100 Gigawatt jadi 13 Gigawatt terlebih dahulu yang rencananya akan diprioritaskan,” jelas Rosan kepada awak media.

Rosan menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berwacana. Dukungan investasi nyata sudah mengalir deras untuk menyokong ambisi ini. Salah satu bukti konkretnya adalah masuknya investasi asing sebesar US$1,4 miliar yang difokuskan pada pembangunan pabrik pendukung teknologi surya di Indonesia.

Investasi US$1,4 Miliar Jadi Tulang Punggung

Sektor swasta memainkan peran vital dalam pendanaan proyek energi terbarukan ini. Rosan menambahkan bahwa investasi jumbo tersebut ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026 ini. Pabrik yang dibangun dengan nilai investasi US$1,4 miliar itu nantinya akan menjadi basis produksi yang memperkuat rantai pasok komponen PLTS di tanah air.

“Kebetulan sudah ada masuk investasi di Indonesia akan selesai tahun ini untuk pembangunan pabrik investasi 1,4 miliar dolar dengan kapasitas 50 Megawatt. Jadi itu kebetulan sudah 50 Gigawatt. Jadi itu juga sudah investasi sudah masuk, akhir tahun ini akan selesai,” tambah Rosan.

Kehadiran pabrik ini tentu menjadi kabar baik bagi ekonomi lokal karena akan membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan daya saing industri energi surya nasional di mata global.

Arahan Presiden: Percepat dengan Opsi Pembiayaan Kreatif

Menyadari skala proyek yang luar biasa besar, Presiden memberikan instruksi khusus agar pembangunan PLTS ini tidak berjalan lambat. Pemerintah sedang menyiapkan berbagai opsi pendanaan yang fleksibel, termasuk kolaborasi strategis dengan berbagai pihak.

Pemerintah membuka pintu lebar-lebar bagi investor swasta, baik domestik maupun internasional, yang memiliki keahlian khusus di bidang teknologi panel surya dan sistem baterai penyimpan energi. Sinergi ini dianggap krusial agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan efisien dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Advertisement

“Bapak Presiden memberikan arahan agar pembangunan ini bisa dipercepat dengan beberapa opsi pendanaan, bekerja sama dengan pihak dalam negeri maupun swasta yang memiliki teknologi solar dan baterainya,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi tersebut.

Strategi Transisi Energi Berkelanjutan

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Pemimpin Redaksi FIN.CO.ID