fin.co.id - Sebuah kapal perang Iran dilaporkan tenggelam setelah terkena torpedo yang ditembakkan kapal selam Amerika Serikat di lepas pantai Sri Lanka. Peristiwa tersebut menewaskan puluhan awak dan memicu operasi penyelamatan besar-besaran oleh angkatan laut Sri Lanka.
Angkatan laut Sri Lanka pada Rabu menyatakan telah menemukan 87 jenazah dari insiden tersebut serta menyelamatkan 32 orang yang selamat dari laut. Kapal yang tenggelam diketahui membawa total 180 orang saat kejadian berlangsung di perairan Samudra Hindia.
Insiden ini disebut sebagai salah satu dari sedikit peristiwa kapal selam menenggelamkan kapal perang sejak Perang Dunia II, sekaligus menandai eskalasi baru dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyebut kapal Iran yang tenggelam sebagai "kapal rampasan" Republik Islam. Dalam konferensi pers di Pentagon, ia mengatakan, "Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional." Ia menambahkan, "Sebaliknya, kapal itu ditenggelamkan oleh torpedo."
Kapal yang tenggelam tersebut adalah IRIS Dena, salah satu kapal perang terbaru milik Iran. Kapal itu diketahui berpatroli di perairan dalam dan dilengkapi persenjataan berat, termasuk rudal permukaan-ke-udara, rudal anti-kapal, torpedo, serta membawa satu helikopter.
Operasi Penyelamatan Dramatis
Menteri Luar Negeri Sri Lanka Vijitha Herath mengatakan kepada Parlemen bahwa pihaknya menerima sinyal bahaya dari kapal tersebut sebelum akhirnya hilang dari radar. Angkatan laut Sri Lanka segera mengerahkan kapal dan pesawat untuk melakukan misi penyelamatan.
Namun, saat tiba di lokasi, tidak ada tanda-tanda keberadaan kapal perang tersebut. Juru bicara angkatan laut, Komandan Buddhika Sampath, mengatakan yang terlihat hanya tumpahan minyak dan beberapa rakit penyelamat. "Kami menemukan orang-orang mengapung di air," ujarnya.
Sebanyak 32 korban selamat kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit di Galle, kota di pesisir selatan Sri Lanka. Sementara itu, jenazah para korban secara bertahap dibawa ke darat.
Di Rumah Sakit Nasional Galle, truk-truk membawa jenazah para pelaut Iran yang kemudian disimpan di kamar mayat darurat. Area rumah sakit dijaga ketat oleh aparat kepolisian dan personel angkatan laut Sri Lanka.
Dr. Anil Jasinghe dari Kementerian Kesehatan Sri Lanka menyampaikan bahwa satu korban selamat berada dalam kondisi kritis, tujuh lainnya mendapatkan perawatan darurat, dan sisanya mengalami luka ringan.
Video Serangan Dirilis
Departemen Pertahanan AS merilis sebuah video pada tanggal X yang diklaim memperlihatkan momen serangan torpedo tersebut. Dalam rekaman itu, kapal Iran tampak dihantam ledakan bawah laut yang menghancurkannya hingga terbelah, disertai semburan air besar ke udara.
Tenggelamnya IRIS Dena dinilai mencerminkan meluasnya operasi militer AS-Israel terhadap Iran hingga ke luar kawasan perbatasan. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa salah satu tujuan utama perang ini adalah untuk melenyapkan angkatan laut Iran.
Menurut Laksamana AS Brad Cooper, yang memimpin Komando Pusat militer Amerika, setidaknya 17 kapal angkatan laut Iran telah tenggelam selama konflik yang sedang berlangsung.