Viral Toko di Bireuen Aceh Kena Tegur karena Buka Saat Tarawih, Pemilik Minta Maaf

news.fin.co.id - 05/03/2026, 16:50 WIB

Viral Toko di Bireuen Aceh Kena Tegur karena Buka Saat Tarawih, Pemilik Minta Maaf

fin.co.id - Jagat maya kembali heboh dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan aksi peneguran terhadap sebuah toko yang masih beroperasi di tengah pelaksanaan Salat Tarawih. Peristiwa yang memicu perhatian publik ini dilaporkan terjadi di kawasan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Dalam potongan video yang viral di berbagai platform media sosial tersebut, seorang pria tampak mendatangi pemilik toko. Ia melayangkan teguran karena aktivitas jual beli masih berlangsung saat masyarakat sekitar sedang menjalankan ibadah di masjid dan menasah. Aksi ini direkam secara amatir dan langsung menuai beragam reaksi dari warganet.

Merespons teguran tersebut, pemilik toko bersikap kooperatif. Ia berkali-kali menyampaikan permohonan maaf kepada warga dan petugas yang datang. Tanpa perlawanan, sang pemilik usaha langsung menyatakan kesediaannya untuk menutup toko saat itu juga sebagai bentuk penghormatan terhadap kesucian bulan Ramadan.

Tidak hanya menutup pintu toko, pemilik usaha tersebut juga melontarkan janji di depan kamera. Ia memastikan tidak akan mengulangi aktivitas jual beli pada jam-jam pelaksanaan Salat Tarawih di hari-hari berikutnya. Setelah dialog singkat tersebut, situasi di lokasi dilaporkan tetap kondusif tanpa ada gesekan fisik maupun keributan yang berarti.

Advertisement

Warga Desak Peningkatan Patroli Satpol PP/WH

Buntut dari kejadian ini, narasi dalam unggahan video tersebut turut menyertakan desakan kepada pimpinan daerah. Warga meminta Penjabat (Pj) Bupati Bireuen beserta jajaran Satpol PP/WH dan Polsek Kota Juang untuk lebih memperketat pengawasan malam hari selama bulan suci.

Masyarakat berharap aparat penegak Qanun meningkatkan frekuensi patroli rutin guna memastikan ketertiban umum. Langkah ini dianggap penting untuk menjaga kekhusyukan umat Islam yang sedang beribadah, sekaligus memastikan seluruh pelaku usaha mematuhi instruksi bersama terkait jam operasional selama Ramadan.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah daerah maupun otoritas keamanan setempat belum memberikan keterangan resmi mengenai sanksi lanjutan bagi pemilik toko tersebut. Meski demikian, peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pelaku usaha di Bumi Serambi Mekkah untuk tetap menjunjung tinggi aturan lokal dan kearifan setempat.

Fenomena ini memicu diskusi hangat di kolom komentar media sosial. Sebagian besar warganet mendukung penertiban tersebut demi menjaga suasana religius, namun ada pula yang mengingatkan agar proses peneguran tetap mengedepankan cara-cara persuasif dan humanis agar tidak menimbulkan konflik horizontal.(*)

Ari Nur Cahyo
Ari Nur Cahyo
Penulis

Penulis di FIN.CO.ID sejak Maret 2022 yang fokus mengeksplorasi dunia Teknologi, Sepak Bola, dan Anime. Memiliki ketertarikan kuat pada isu-isu viral, ia berkomitmen menghadirkan konten yang segar, informatif, dan relevan dengan tren masa kini.