Ditemukan Jamur pada Roti Menu MBG, Ini Risikonya Jika Dikonsumsi!

news.fin.co.id - 06/03/2026, 20:00 WIB

Ditemukan Jamur pada Roti Menu MBG, Ini Risikonya Jika Dikonsumsi!

ilustrasi

fin.co.id - Pendistribusian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan selama bulan suci Ramadan. Karena mayoritas penerima menunaikan ibadah puasa, maka menu yang dibagikan adalah makanan kering dan juga roti.

Sayangnya, di beberapa daerah, roti yang dibagikan dilaporkan berjamur. Roti berjamur didapati dalam menu MBG yang dibagikan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang kemudian dikembalikan ke pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Temuan serupa juga terjadi di SMPN 1 Delanggu,dan sejumlah daerah lain di Sumatera Selatan seperti di SDN 1 Tugu Papak, Kecamatan Semaka, SDN 1 Kanyangan, SDN 1 Negarabatin, SDN 1 Pulau Benawang di Kecamatan Kotaagung Barat, dan sejumlah SD di wilayah Kotaagung Timur.

Meski dinilai praktis dalam penyimpanan dan distribusi, program MBG yang diwujudkan dalam bentuk roti oleh sejumlah pihak sebaiknya tetap tidak mengabaikan mutu dan kelayakan konsumsi.

Advertisement

Menurut Guru Besar bidang Farmakologi dan Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. apt. Zullies Ikawati, Ph.D peristiwa ditemukannya roti berjamur dalam menu MBG sudah semestinya menjadi perhatian serius banyak pihak.

Roti yang sudah berjamur memperlihatkan adanya pertumbuhan mikroorganisme, dan berarti produk tersebut tidak layak untuk konsumsi.

“Kejadian seperti ini umumnya berkaitan dengan masalah penyimpanan, distribusi, atau masa simpan yang tidak terkontrol dengan baik. Oleh karena itu, evaluasi sistem pengadaan, penyimpanan, serta pengawasan mutu makanan dalam program MBG perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang,” jelas Zullies, Jumat, 6 Maret 2026, dikutip dari website UGM.

Sebagai pakar bidang bidang farmakologi dan farmasi klinik, Zullies menjelaskan roti yang berjamur biasanya ditumbuhi oleh kapang (mold) seperti Aspergillus, Penicillium, atau Rhizopus.

Selain pertumbuhan jamurnya sendiri, beberapa jenis kapang, disebutnya, dapat menghasilkan mikotoksin, yaitu senyawa toksik yang dihasilkan oleh jamur.

“Contohnya adalah aflatoksin, ochratoxin, atau toksin lainnya, dan itu tergantung jenis kapangnya. Meski tidak semua jamur menghasilkan toksin, secara prinsip makanan yang sudah berjamur tidak boleh dikonsumsi, karena secara awam kita tidak bisa memastikan jenis jamur yang tumbuh dan apakah sudah menghasilkan toksin atau belum,” jelasnya.

Dampak Mengonsumsi Roti Berjamur pada Kesehatan

Ia menjelaskan, mengonsumsi roti berjamur dapat menimbulkan berbagai dampak kesehatan, dan pada sebagian orang bisa menyebabkan gangguan saluran cerna, seperti mual, muntah, nyeri perut, atau diare. Untuk beberapa individu yang sensitif, jamur bisa memicu reaksi alergi.

Bahkan jika makanan yang terkontaminasi mengandung mikotoksin dalam jumlah tertentu, dalam jangka panjang dapat berdampak lebih serius, misalnya gangguan hati atau efek toksik lainnya. “Pada anak-anak, yang sistem imunnya masih berkembang, risiko efek kesehatan bisa lebih besar dibandingkan orang dewasa,” ucapnya.

Advertisement

Menurutnya roti berjamur tidak selalu telah melewati masa kadaluwarsa, pasalnya bisa saja roti belum melewati tanggal kedaluwarsa tetapi sudah berjamur karena perlakukan penyimpanan yang tidak baik seperti di tempat yang terlalu lembap atau suhu terlalu hangat.

Menurutnya, jamur dapat tumbuh lebih cepat dalam kondisi tersebut. Karena itu terlepas dari tanggal kadaluarsa, sebaiknya roti yang sudah berjamur untuk tidak dikonsumsi.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID