Jokowi Bocorkan Rahasia Diplomasi Prabowo Mengenai Board of Peace Dan Tarif Dagang AS

news.fin.co.id - 06/03/2026, 14:52 WIB

Jokowi Bocorkan Rahasia Diplomasi Prabowo Mengenai Board of Peace Dan Tarif Dagang AS

Jokowi ungkap isi pertemuan Prabowo dengan tokoh bangsa terkait masuknya Indonesia ke Board of Peace dan keuntungan tarif dagang nol persen untuk 1.800 komoditas di Amerika Serikat.Foto:IST

fin.co.id – Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, akhirnya angkat bicara mengenai isi pertemuan tertutup antara Presiden Prabowo Subianto dengan para tokoh bangsa, mantan menteri luar negeri, hingga pimpinan partai politik beberapa waktu lalu. Dalam keterangannya, Jokowi menyebut ada dua agenda besar yang menjadi fokus utama dalam diskusi tingkat tinggi tersebut.

Poin pertama berkaitan dengan keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP). Menurut Jokowi, Presiden Prabowo menekankan pentingnya posisi Indonesia dalam forum internasional tersebut guna membangun dialog yang lebih konstruktif demi perdamaian dunia. Langkah ini mempertegas peran aktif Indonesia sebagai penengah di tengah ketidakpastian geopolitik global saat ini.

"Beliau menyampaikan bahwa kita perlu berada di dalam forum itu untuk membangun sebuah dialog yang baik agar dunia menjadi lebih damai," ungkap Jokowi saat ditemui pada Jumat 6 Maret 2025

Selain isu perdamaian, pertemuan tersebut juga membahas strategi ekonomi Indonesia menghadapi Amerika Serikat. Jokowi mengungkapkan fakta yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat luas, yakni adanya 1.800 komoditas barang asal Indonesia yang mendapatkan fasilitas bebas tarif alias nol persen dari pemerintah Amerika Serikat.

Advertisement

Prabowo menargetkan kebijakan ini mampu mendongkrak volume ekspor nasional ke Negeri Paman Sam. Saat ini, Indonesia tercatat masih menikmati surplus perdagangan dengan Amerika Serikat yang mencapai angka fantastis, yakni sekitar 18 miliar unit mata uang internasional.

Surplus perdagangan yang sudah ada tersebut menjadi modal kuat bagi pemerintahan Prabowo untuk terus meningkatkan devisa negara. Jokowi menilai, keberlanjutan hubungan dagang yang menguntungkan ini sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan memperluas pasar bagi produk-produk unggulan Indonesia di kancah internasional.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID