Konflik Meluas! Rusia Tuduh AS dan Israel Memprovokasi Dunia Islam di Tengah Ramadan

news.fin.co.id - 06/03/2026, 16:44 WIB

Konflik Meluas! Rusia Tuduh AS dan Israel Memprovokasi Dunia Islam di Tengah Ramadan

Presiden Rusia Vladimir Putin

fin.co.id - Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Pemerintah Rusia menuduh Amerika Serikat dan Israel sengaja memprovokasi perpecahan di dunia Islam, terutama di tengah momentum bulan suci Ramadan yang seharusnya menjadi waktu untuk menahan diri dan menjaga perdamaian.

Tuduhan tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Kamis (5/3). Moskow menilai serangkaian operasi militer dan retorika keras dari Washington serta Tel Aviv berpotensi memperburuk konflik di kawasan, bahkan menyeret lebih banyak negara ke dalam pusaran perang.

Rusia juga menganggap langkah tersebut berisiko mengalihkan perhatian dunia dari krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di Palestina.

Advertisement

Rusia: Tidak Ada Tanda AS-Israel Akan Menghentikan Konflik

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Rusia menilai situasi di Timur Tengah saat ini terus memburuk dan semakin sulit dikendalikan.

Menurut Moskow, tidak ada indikasi bahwa Amerika Serikat maupun Israel berniat menunjukkan sikap menahan diri atau menghentikan pertumpahan darah di kawasan tersebut.

“Tidak ada tanda-tanda bahwa AS dan Israel siap menunjukkan pengekangan dan menghentikan pertumpahan darah. Pihak agresor juga berupaya menimbulkan perpecahan di dunia Islam di tengah bulan suci Ramadan,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia.

Rusia juga menyoroti bahwa pernyataan bernada permusuhan terus disampaikan oleh para pejabat di Washington dan Tel Aviv. Pada saat yang sama, militer Israel disebut kembali melakukan operasi militer di Lebanon yang semakin memperkeruh situasi regional.

Serangan ke Iran Terjadi Saat Ramadan

Ketegangan semakin meningkat setelah serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026.

Serangan tersebut terjadi saat umat Muslim di kawasan Timur Tengah sedang menjalankan puasa Ramadan hari ke-11. Momentum tersebut membuat aksi militer tersebut menjadi sorotan luas di dunia internasional.

Menurut Rusia, operasi militer tersebut dilancarkan dengan alasan yang tidak masuk akal dan bertujuan untuk menggulingkan otoritas sah di Iran.

Advertisement

Moskow menilai langkah tersebut justru berpotensi memicu konflik yang lebih luas dan tidak terkendali.

Rusia Menilai Iran Diprovokasi

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID