Prabowo Paparkan Kondisi Geopolitik Dunia dan Kerja Sama Dagang RI–AS Saat Bukber dengan Ulama

news.fin.co.id - 06/03/2026, 13:26 WIB

Prabowo Paparkan Kondisi Geopolitik Dunia dan Kerja Sama Dagang RI–AS Saat Bukber dengan Ulama

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid.

fin.co.id - Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nusron Wahid mengungkapkan sejumlah topik yang dibahas dalam acara buka puasa bersama Presiden Prabowo Subianto dan para ulama di Istana Kepresidenan, Kamis, 5 Maret 2026.

Menurut Nusron yang juga menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ini, dalam pertemuan tersebut Presiden memaparkan berbagai isu geopolitik global, termasuk konflik yang melibatkan Iran serta dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan ketahanan nasional Indonesia.

“Ya tadi sudah saya sampaikan, bagaimana kondisi global, kenapa Indonesia masuk BoP, bagaimana antisipasi dampak terhadap perang Iran. Jangan sampai perang Iran berdampak terhadap krisis yang ada di sini, baik itu krisis pangan maupun krisis energi,” kata Nusron kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat, 6 Maret 2026 dini hari.

Selain membahas dinamika geopolitik, Nusron mengatakan Presiden juga menjelaskan alasan di balik keputusan Indonesia menandatangani Agreement Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat.

Advertisement

"Kemudian menjelaskan kenapa Indonesia tanda tangan terhadap ART, ya kan? Agreement Reciprocal Trade dengan Amerika. Dalam rangka untuk men-balancing perdagangan dan sebagainya. Yang di luar sana dianggap Indonesia tidak berdaulat, terlalu menguntungkan kepada Amerika dan sebagainya," imbuhnya.

Nusron menambahkan bahwa kebijakan impor dalam kesepakatan tersebut pada dasarnya tidak menambah jenis komoditas baru. Pemerintah hanya melakukan penyesuaian sumber impor yang selama ini sudah berjalan.

"Selama ini impor BBM-nya ngambil dari negara Gabon, Nigeria, kemudian Timur Tengah, dipindahkan ngambil dari Amerika. Kemudian kedelai, selama ini ngambil kedelai dari Brazil sama dari Argentina, dipindahkan ngambil kedelai dari Amerika untuk dalam rangka mengurangi tarif dari Amerika ke Indonesia," kata Nusron.

Ia menegaskan bahwa seluruh kebijakan tersebut telah dijelaskan langsung oleh Presiden kepada para ulama yang hadir dalam pertemuan tersebut.

"Semua sudah dijelaskan sama Pak Presiden, yang intinya kebijakan itu adalah win-win solution," ujar dia.

Anisha Aprilia/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID