fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen Indonesia terkait keanggotaan dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP). Ia menyatakan Indonesia tidak akan ragu untuk keluar dari lembaga tersebut apabila tidak berkontribusi pada cita-cita kemerdekaan Palestina dari zionis Israel.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara silaturahmi dan dialog bersama lebih dari 160 kiai dan ulama di halaman tengah Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (5/3) malam.
Keterangan mengenai isi pertemuan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Cholil Nafis, yang turut hadir dalam acara tersebut. Menurutnya, Presiden menjelaskan bahwa alasan utama Indonesia bergabung dengan BoP adalah untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Komitmen untuk Kepentingan Palestina
Cholil Nafis menuturkan bahwa Presiden menegaskan seluruh langkah Indonesia dalam forum BoP harus berorientasi pada kepentingan rakyat Palestina.
"Soal BoP, beliau (Presiden, red.) bertekad (tujuannya) untuk kemerdekaan Palestina. Jika tidak untuk kemerdekaan Palestina, Beliau siap mundur. Itu yang terbaru dari beliau. Beliau berkomitmen semua yang dilakukan untuk Palestina, untuk kemerdekaan Palestina," kata Cholil Nafis menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui setelah acara.
Ia menambahkan, Presiden juga menegaskan bahwa keberadaan Indonesia dalam BoP tidak memiliki tujuan lain selain membantu perjuangan Palestina.
"Janjinya (Presiden), kalau memang saya tidak bermanfaat di BoP, saya akan mundur. Beliau (Presiden, red.) berjanji yang dilakukannya (di BoP) untuk kemerdekaan Palestina, untuk kepentingan Palestina. Kalau tidak untuk kepentingan Palestina, beliau mundur," sambung Kiai Cholil.
Dalam pertemuan tersebut, lanjut Cholil, tidak ada pembahasan yang mengaitkan masa depan BoP dengan serangan sepihak terhadap Iran yang dilakukan oleh Amerika Serikat sebagai penggagas lembaga tersebut bersama Israel yang juga menjadi anggota.
"BoP spesifik untuk Palestina," kata Kiai Cholil.
Di kesempatan lain di lokasi yang sama sebelum acara berlangsung, Cholil Nafis juga menyampaikan pandangannya mengenai efektivitas BoP sebagai sarana memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Menurutnya, organisasi tersebut dinilai belum menunjukkan efektivitas yang nyata dalam mendukung upaya perdamaian di Palestina.
"Kami melihatnya tidak efektif BoP itu karena ternyata penggagasnya juga tidak memberikan semacam gambaran baik, track record maupun sekarang yang memihak kepada perdamaian," kata Kiai Cholil menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui sebelum acara.
Ia menilai Indonesia sebaiknya lebih memaksimalkan peran melalui forum internasional yang sudah ada, seperti Organisation of Islamic Cooperation dan United Nations.
Sebelumnya, opsi untuk keluar dari BoP juga pernah disampaikan Presiden Prabowo dalam pertemuan bersama para kiai dan ulama di Istana pada 3 Februari 2026. *