fin.co.id - Agenda Safari Ramadan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) berujung insiden memilukan. Sebuah kecelakaan beruntun melibatkan iring-iringan kendaraan dinas terjadi di Jalan Poros Kapontori - Baubau, tepatnya di Desa Kamelanta, Kabupaten Buton, pada Kamis 5 Maret 2026 sekitar pukul 11.30 WITA.
Insiden ini melibatkan tiga kendaraan, yakni sebuah truk tangki Hino, Toyota Rush hitam, dan Mitsubishi Pajero hitam. Berdasarkan data dari pihak kepolisian, tabrakan bermula ketika mobil Toyota Rush yang dikemudikan Fendy Wahyudi meluncur bersama Mitsubishi Pajero menuju Kota Baubau. Saat melintasi jalan lurus yang sedikit menikung, Toyota Rush tersebut diduga kehilangan kendali hingga keluar jalur ke sisi kanan.
Nahas, dari arah berlawanan muncul truk tangki Pertamina. Benturan keras pun tak terhindarkan antara Toyota Rush dan truk tersebut. Akibatnya, mobil Mitsubishi Pajero yang berada tepat di belakangnya tidak sempat melakukan pengereman maksimal sehingga ikut menghantam kendaraan di depannya.
Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Ridwan Badallah, yang berada dalam iring-iringan tersebut mengonfirmasi bahwa salah satu mobil yang terlibat ditumpangi oleh Kepala Dinas Perpustakaan Sultra. Meski kondisi mobil ringsek parah akibat "baku hantam" dengan truk dan kendaraan lain, ia memastikan koleganya tersebut dalam keadaan selamat.
"Namanya musibah, tapi alhamdulillah Ibu Kadis (Perpustakaan) sehat-sehat," ungkap Ridwan saat menjelaskan kronologi kejadian.
Namun, kecelakaan ini menyebabkan empat orang di dalam mobil Toyota Rush mengalami luka-luka cukup serius. Sang pengemudi menderita luka robek di wajah dan memar di dada, sementara tiga penumpang lainnya mengalami luka di bagian kepala dan anggota tubuh lainnya. Tim medis segera mengevakuasi seluruh korban ke Puskesmas Barangka sebelum akhirnya dirujuk ke RS Siloam Baubau untuk perawatan intensif.
Saat ini, pihak Satlantas Polres Buton telah mengamankan seluruh barang bukti kendaraan dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Penyelidikan lebih lanjut tengah dilakukan untuk memastikan penyebab utama mengapa kendaraan dinas tersebut bisa keluar jalur hingga memicu kecelakaan beruntun.