IRGC Siaga Penuh! Garda Revolusi Iran TANTANG Pasukan AS di Selat Hormuz

news.fin.co.id - 07/03/2026, 22:40 WIB

IRGC Siaga Penuh! Garda Revolusi Iran TANTANG Pasukan AS di Selat Hormuz

IRGC Siaga Penuh, Garda Revolusi Iran TANTANG Pasukan AS di Selat Hormuz

Fin.co.id - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan kesiapan menghadapi kehadiran pasukan Angkatan Laut Amerika Serikat di Selat Hormuz. Jalur ini merupakan salah satu rute pelayaran energi paling vital di dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Sabtu, 7 Maret 2026, ketika situasi keamanan di jalur strategis tersebut semakin memanas akibat konflik regional yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan sekutunya.

Juru bicara IRGC, Ali Mohammad Naini, mengatakan pihaknya memantau secara ketat rencana Washington yang berencana mengawal kapal-kapal komersial melalui jalur tersebut.

“Kami menunggu kehadiran mereka,” kata Naini merespons rencana Angkatan Laut AS yang bersiap memberikan pengawalan bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Advertisement

Langkah Amerika ini disebut sebagai upaya menjaga keamanan jalur perdagangan energi dunia yang kini berada dalam kondisi sangat sensitif.

Peringatan Iran Soal Insiden Tanker 1987

Dalam pernyataannya, pihak IRGC juga memberikan peringatan keras kepada pemerintah Amerika Serikat agar tidak mengabaikan sejarah konflik yang pernah terjadi di kawasan tersebut.

Naini secara khusus menyinggung peristiwa masa lalu yang melibatkan kapal tanker Amerika.

“Sebelum mengambil keputusan apa pun, Amerika sebaiknya mengingat kejadian kebakaran supertanker Bridgeton pada 1987 serta insiden kapal tanker yang baru-baru ini menjadi target,” jelasnya.

Pernyataan ini dianggap sebagai sinyal bahwa Iran siap merespons setiap langkah militer yang dinilai mengancam kepentingannya di kawasan Teluk.

Dalam perkembangan terbaru, Garda Revolusi Iran juga mengklaim telah melakukan serangan terhadap sebuah kapal tanker minyak di kawasan Teluk.

Menurut laporan yang dikutip kantor berita Tasnim, kapal tanker bernama Prima dilaporkan terkena serangan drone peledak pada Sabtu pagi.

IRGC menyebut serangan tersebut dilakukan setelah kapal tersebut mengabaikan sejumlah peringatan yang diberikan oleh angkatan laut Iran terkait situasi keamanan di wilayah tersebut.

Advertisement

Pihak Iran menilai kapal tersebut tetap melanjutkan perjalanan meskipun telah diperingatkan mengenai kondisi konflik yang sedang berlangsung di perairan sekitar Selat Hormuz.

Selat Hormuz, Jalur Energi Paling Vital di Dunia

Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis

Penulis FIN.CO.ID