Jangan Asal Klik! Penipuan Digital Marak Saat Uang THR Cair Jelang Lebaran, Ini Cara Menghindarinya

news.fin.co.id - 08/03/2026, 13:46 WIB

Jangan Asal Klik! Penipuan Digital Marak Saat Uang THR Cair Jelang Lebaran, Ini Cara Menghindarinya

fin.co.id -  Menjelang pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para pekerja, masyarakat diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital. Momentum menjelang Lebaran sering dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menjerat korban melalui berbagai cara yang semakin canggih.

Perusahaan identitas digital VIDA mencatat lonjakan kasus penipuan digital menjelang dan saat pencairan THR. Berdasarkan temuan sepanjang 2025, periode ini menjadi salah satu waktu paling rawan karena meningkatnya aktivitas transaksi serta mobilitas masyarakat.

Founder sekaligus Group CEO VIDA, Niki Luhur, mengatakan pelaku kejahatan digital selalu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan celah keamanan yang ada.

“Penipuan selalu berkembang. Setiap kali sistem keamanan diperkuat, pelaku akan mencari cara baru, menyesuaikan teknik, dan kembali dengan metode yang lebih kompleks,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.

Advertisement

Menurutnya, pelaku biasanya memanfaatkan momentum tertentu seperti Ramadan dan Lebaran ketika aktivitas digital masyarakat meningkat.

Dua Modus Penipuan yang Perlu Diwaspadai

Niki mengungkapkan setidaknya ada dua modus penipuan digital yang sering muncul menjelang pencairan THR.

1. Phishing dan Smishing

Modus pertama adalah phishing atau smishing, yakni penipuan melalui pesan singkat atau tautan yang memancing korban memberikan data pribadi.

Pelaku biasanya mengirimkan pesan berisi tautan yang mengatasnamakan instansi tertentu, seperti perusahaan logistik atau promo Ramadhan. Korban kemudian diminta memasukkan data sensitif seperti username, password, hingga kode OTP.

Belakangan, modus ini juga berkembang menggunakan teknologi fake BTS, yaitu perangkat yang memungkinkan pesan palsu dikirim secara massal seolah-olah berasal dari lembaga resmi.

Karena terlihat meyakinkan, banyak orang yang akhirnya tanpa sadar mengklik tautan tersebut.

2. Malware Melalui Aplikasi Berbahaya

Advertisement

Modus kedua adalah penyebaran malware melalui file aplikasi berformat APK.

Dalam skema ini, pelaku mengirimkan file yang tampak seperti dokumen penting, misalnya:

Gatot Wahyu
Gatot Wahyu
Penulis

Penulis FIN.CO.ID