Komandan Militer Iran Klaim Miliki Rudal Canggih di Luar Asumsi Intelijen Musuh

news.fin.co.id - 09/03/2026, 11:06 WIB

Komandan Militer Iran Klaim Miliki Rudal Canggih di Luar Asumsi Intelijen Musuh

Rudal canggih milik militer Iran yang diklaim produk terbaru dan canggih memiliki daya ledak kuat dan akurasi tajam.Foto:Seyed Khalaf Hashemi/TNA

fin.co.id - Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, menegaskan bahwa kapabilitas rudal Iran jauh lebih besar daripada asumsi intelijen lawan selama ini. Ia menyatakan bahwa Angkatan Bersenjata Iran kini lebih mengutamakan pembuktian langsung di lapangan daripada sekadar retorika politik.

Dalam keterangannya pada Minggu 8 Maret 2026, Abdollahi menilai Amerika Serikat dan Israel terus terjebak dalam salah perhitungan yang fatal terkait kekuatan militer Teheran. Ia menekankan bahwa musuh-musuh Iran seharusnya mulai menyadari bahwa setiap ancaman akan mendapatkan balasan nyata di medan tempur.

Teknologi Rudal yang Lebih Presisi

Abdollahi memaparkan bahwa persenjataan Iran saat ini telah mengalami kemajuan pesat dibandingkan periode sebelumnya. Teknologi rudal terbaru Teheran diklaim memiliki tingkat ketahanan yang lebih tinggi, akurasi yang lebih tajam, serta daya ledak yang jauh lebih kuat. Pengalaman dari berbagai konflik masa lalu telah bertransformasi menjadi kemampuan operasional yang kini mulai dirasakan dampaknya oleh lawan.

Advertisement

Ia juga menyindir klaim musuh yang merasa mengetahui jumlah pasti stok rudal Iran.

"Musuh berulang kali mengaku tahu jumlah rudal kami, tetapi mereka harus menghitungnya sendiri di medan perang untuk menyadari bahwa mereka sebenarnya tidak tahu apa-apa tentang kemampuan nyata Iran," tegas sang jenderal.

Target Militer Sebagai Fokus Balasan

Menanggapi agresi militer yang terjadi sejak akhir Februari lalu, Abdollahi menyoroti perbedaan taktik antara kedua belah pihak. Ia menuduh pihak lawan secara sengaja menargetkan warga sipil, pelajar, dan pemukiman penduduk.

Sebaliknya, Iran menegaskan hanya menyerang pusat-pusat militer dan aset strategis yang dianggap perlu untuk membuat agresor menyesali tindakannya.

Konflik yang dipicu oleh serangan terhadap pemimpin tertinggi Iran pada 28 Februari ini telah meluas menjadi perang terbuka dengan skala kerusakan infrastruktur yang masif. Sebagai respons, pasukan elit Iran terus melancarkan operasi balasan menggunakan gelombang rudal dan drone yang menyasar posisi-posisi penting Amerika Serikat serta Israel di berbagai pangkalan regional.

Abdollahi memastikan bahwa operasi militer ini akan terus berlanjut hingga pihak lawan benar-benar menghentikan agresi mereka.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID