Internasional . 10/03/2026, 15:16 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Di tengah memanasnya konflik, jumlah korban terus bertambah di berbagai wilayah.
Menurut laporan diplomat Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa, serangan Amerika Serikat dan Israel dalam sepekan terakhir telah menewaskan sedikitnya 1.332 warga sipil Iran.
Ribuan orang lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka.
Beberapa pejabat tinggi Iran bahkan disebut menjadi korban serangan, termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut Ali Khamenei.
Sementara itu, militer Amerika Serikat melaporkan enam personel militernya tewas dalam serangan terhadap fasilitas militer di Kuwait.
Di sisi lain, Israel juga menyatakan sedikitnya 10 warga sipil tewas akibat serangan balasan yang terjadi di wilayahnya.
Dukungan militer Amerika Serikat kepada Israel sebenarnya bukan hal baru.
Selama lebih dari dua tahun konflik yang melibatkan Gaza Strip, Lebanon, dan Iran, Washington tetap menjadi salah satu pemasok senjata terbesar bagi Israel.
Dukungan tersebut berlangsung di berbagai pemerintahan AS, termasuk pada masa Joe Biden sebelumnya.
Pemerintahan Trump sendiri diketahui pernah menggunakan kewenangan darurat yang sama untuk mempercepat penjualan senjata ke Israel tanpa melalui proses peninjauan Kongres.
Langkah tersebut kini kembali diambil di tengah meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media