Nasional . 10/03/2026, 14:52 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Meski berbagai prediksi telah disampaikan, pemerintah menegaskan bahwa keputusan resmi penetapan Idul Fitri tetap menunggu hasil sidang isbat.
Sidang tersebut akan digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada 19 Maret 2026.
Dalam sidang isbat, pemerintah akan mempertimbangkan:
hasil perhitungan astronomi (hisab)
laporan pengamatan hilal (rukyat) dari berbagai daerah di Indonesia
Sidang ini juga melibatkan berbagai pihak seperti:
perwakilan organisasi masyarakat Islam
ahli astronomi dan falak
perwakilan lembaga pemerintah
duta besar negara sahabat
Setelah seluruh laporan diverifikasi, pemerintah akan mengumumkan hasil penetapan 1 Syawal 1447 H kepada publik melalui konferensi pers pada malam hari.
Perbedaan penentuan Idul Fitri sebenarnya bukan fenomena baru di Indonesia.
Hal ini terjadi karena adanya perbedaan metode dalam menentukan awal bulan Hijriah, yaitu antara:
metode hisab murni yang digunakan sebagian organisasi Islam
metode hisab dan rukyat yang digunakan pemerintah
Meski demikian, umat Islam di Indonesia selama ini tetap dapat menjalankan ibadah dengan penuh toleransi dan saling menghormati perbedaan.
Dengan berbagai perhitungan yang ada, peluang perbedaan Lebaran 2026 masih terbuka.
Namun, keputusan final tetap akan ditentukan melalui sidang isbat yang digelar 19 Maret 2026 oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media