fin.co.id - Sebuah insiden berdarah yang memicu kehebohan jagat maya terjadi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang pria yang berniat melakukan aksi kejahatan harus menelan pil pahit setelah menyatroni rumah yang salah. Alih-alih mendapatkan hasil, pelaku justru terkapar tak berdaya usai sang pemilik rumah memberikan perlawanan sengit.
Peristiwa ini mendadak viral setelah akun X @buckmano555 mengunggah video kejadian tersebut pada Selasa 10 Maret 2026. Dalam rekaman singkat itu, penonton dapat melihat seorang pria yang diduga sebagai pelaku tindak kriminal terbaring lemas di lantai dengan kondisi yang mengenaskan.
Wajah pria tersebut tampak mengalami luka lebam yang cukup parah hingga ia terus memegangi kepalanya menahan sakit. Tidak hanya itu, kondisi di dalam rumah korban juga terlihat berantakan dengan bercak darah yang berceceran di lantai. Pemandangan ini mengisyaratkan telah terjadi perkelahian hebat antara pelaku dan pemilik rumah sebelum warga sekitar berdatangan.
Awalnya, narasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa pria tersebut adalah seorang maling atau perampok. Namun, terungkap melalui kolom komentar dari pihak yang mengaku mengetahui kronologi aslinya. Korban ternyata bukan sekadar warga biasa, melainkan seorang wanita tangguh yang memiliki latar belakang sebagai atlet bela diri.
"Btw ini bukan pencurian ya, ini percobaan pemerkosaan. Kebetulan korban single mom, sekalian atlet bela diri," tulis salah satu netizen yang memberikan klarifikasi di unggahan tersebut.
Keterangan ini mengubah sudut pandang publik. Pelaku diduga kuat berniat melakukan pelecehan seksual atau pemerkosaan terhadap korban yang tinggal sendiri. Namun, sang single mom tersebut justru menunjukkan taringnya dengan melepaskan teknik bela diri yang membuat pelaku bertekuk lutut dan mengalami luka serius.
Evakuasi oleh Warga dan Polisi
Mendengar keributan yang luar biasa, warga setempat langsung mendatangi lokasi kejadian. Melihat pelaku yang sudah tak berdaya, warga kemudian berinisiatif mengikat kaki pria tersebut menggunakan tali tambang agar tidak melarikan diri sembari menunggu pihak berwajib tiba.
Tak lama kemudian, petugas kepolisian datang ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan tersangka. Polisi segera membawa pria babak belur tersebut ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis sebelum menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut di kantor polisi.
Netizen pun ramai-ramai memberikan komentar satir terkait nasib apes sang pelaku. "Waduh, salah target beneran ini," tulis seorang pengguna internet. Sementara yang lain menimpali, "Hari apes memang tidak ada di kalender, nekat masuk ke rumah macan."
Pihak kepolisian Kupang kini tengah mendalami motif sebenarnya dari pelaku. Polisi juga mengimbau warga agar tetap waspada, namun memuji keberanian korban yang mampu melindungi diri sendiri dari ancaman tindak asila. (*).