Nasional . 11/03/2026, 10:33 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Berdasarkan data BGN per 7 Maret 2026 pukul 11.00 WIB, terdapat 492 SPPG di wilayah Sumatra yang belum melakukan pendaftaran SLHS.
Jumlah ini merupakan hasil pemantauan dari koordinator regional BGN yang melakukan inspeksi langsung terhadap operasional dapur program MBG di berbagai provinsi.
Beberapa provinsi bahkan memiliki jumlah dapur yang belum mendaftarkan sertifikat sanitasi dalam jumlah cukup besar.
Berikut rinciannya:
Sumatra Utara: 252 dapur
Lampung: 77 dapur
Aceh: 76 dapur
Sumatra Barat: 69 dapur
Riau: 9 dapur
Kepulauan Riau: 5 dapur
Bengkulu: 4 dapur
Sementara itu, beberapa provinsi lain di Sumatra tidak tercatat memiliki dapur yang belum mendaftarkan SLHS, yaitu:
Jambi
Sumatra Selatan
Kepulauan Bangka Belitung
Hal ini menunjukkan adanya perbedaan tingkat kepatuhan pengelola dapur MBG di masing-masing daerah.
Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah.
Melalui program ini, pemerintah menyediakan makanan bergizi yang diproduksi oleh dapur-dapur SPPG dan kemudian didistribusikan kepada penerima manfaat.
Karena menyangkut konsumsi makanan secara langsung, kualitas kebersihan dapur menjadi faktor yang sangat penting.
Harjito menegaskan bahwa pengawasan terhadap kualitas layanan akan terus diperketat.
“Program ini menyangkut kesehatan masyarakat, sehingga standar keamanan pangan tidak boleh ditawar,” ujarnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media