Benarkah Adik Kandung Benjamin Netanyahu Tewas dalam Serangan Rudal Iran? Ini Faktanya

news.fin.co.id - 11/03/2026, 06:21 WIB

Benarkah Adik Kandung Benjamin Netanyahu Tewas dalam Serangan Rudal Iran? Ini Faktanya

fin.co.id -  Kabar yang menyebut saudara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Iddo, tewas dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir mengalami luka parah akibat serangan Iran beredar luas di media sosial. Informasi tersebut beredar luas juga di sejumlah media regional Iran.

Isu tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran pada awal Maret 2026. Dalam rumor yang beredar, disebutkan bahwa sebuah rudal Iran menghantam kediaman Ben Gvir dan lokasi milik keluarga Netanyahu.

Namun laporan resmi dan informasi di lapangan memastikan bahwa tidak ada serangan seperti yang diklaim dalam rumor tersebut. Tidak ditemukan bukti adanya rudal yang menghantam lokasi yang disebutkan dalam kabar tersebut.

Analis media Israel turut membantah informasi itu. Amit Segal dari Channel 12 menyatakan, Itu berita palsu

Advertisement

Pemerintah setempat di Yerusalem juga memberikan klarifikasi terkait situasi tersebut. Otoritas kota mengonfirmasi bahwa meskipun sirene sempat berbunyi, tidak ada laporan mengenai tabrakan, korban cedera, kerusakan, ataupun pencegatan di sekitar kantor Perdana Menteri.

Beberapa sumber juga menyebut rumor tersebut kemungkinan menggunakan kembali cuplikan lama dari kecelakaan mobil pada 2024 yang pernah melibatkan Ben Gvir, sehingga menimbulkan kesan seolah-olah kejadian baru saja terjadi.

Sementara itu, Netanyahu dilaporkan tetap menjalankan aktivitasnya. Setelah operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel baru-baru ini, ia menyampaikan pernyataan dari markas militer Kirya dengan mengatakan, "Pasukan kita sekarang menyerbu jantung Teheran dengan intensitas yang semakin meningkat."

Sejauh ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Iddo Netanyahu maupun Itamar Ben Gvir mengalami cedera atau menjadi korban dalam serangan seperti yang disebutkan dalam rumor tersebut. Informasi ini juga dikutip oleh Kantor Berita Jerusalem Post.

Di sisi lain, Kantor Berita Tasnim dari Iran pada Senin sempat memuat laporan yang memicu spekulasi bahwa Netanyahu mungkin tewas atau terluka. Laporan tersebut menghidupkan kembali rumor serupa yang kerap muncul secara daring selama konflik Israel-Iran berlangsung.

Artikel berbahasa Persia itu tidak menyertakan bukti adanya serangan terhadap Netanyahu ataupun konfirmasi resmi mengenai korban. Laporan tersebut hanya menggabungkan sejumlah informasi tidak langsung, seperti tidak adanya klip video terbaru Netanyahu, laporan media berbahasa Ibrani mengenai peningkatan keamanan di sekitar rumahnya, serta penundaan kunjungan yang dilaporkan oleh Jared Kushner dan utusan khusus Amerika Serikat Steve Witkoff.

Selain itu, laporan Tasnim juga mengutip klaim tidak langsung yang dikaitkan dengan mantan perwira intelijen Amerika Serikat Scott Ritter melalui media Rusia. Dalam klaim tersebut disebutkan bahwa Iran membom lokasi persembunyian Netanyahu dan bahwa saudaranya telah tewas. Namun Tasnim sendiri menyebut spekulasi tersebut belum dikonfirmasi maupun dibantah secara resmi.

Pola pemberitaan tersebut disebut menyerupai strategi perang informasi, yakni dengan menggabungkan potongan informasi publik untuk membangun narasi dramatis yang seolah menunjukkan adanya peristiwa tersembunyi.

Tasnim sendiri kerap digambarkan memiliki kedekatan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran. Departemen Keuangan Amerika Serikat juga memasukkan media tersebut sebagai salah satu outlet yang terkait dengan IRGC.

Advertisement

Sementara itu, sejumlah informasi yang tersedia secara publik justru menunjukkan aktivitas Netanyahu masih berlangsung. Kantor Perdana Menteri Israel merilis pernyataan resmi dari Netanyahu pada 7 Maret. Portal pemerintah Israel juga mencatat ia mengunjungi lokasi dampak di Beersheba pada 6 Maret.

Laporan lain dalam beberapa hari terakhir juga merujuk pada aktivitas publik Netanyahu, termasuk percakapan telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dilaporkan oleh Élysée dan diliput oleh The Jerusalem Post pada 5 Maret.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca