Pemimpin Minoritas Senat AS Kecam Trump: Perang dengan Iran Kian Membingungkan!

news.fin.co.id - 11/03/2026, 18:50 WIB

Pemimpin Minoritas Senat AS Kecam Trump: Perang dengan Iran Kian Membingungkan!

Pemimpin Minoritas Senat AS, Chuck Schumer.

fin.co.id - Pemimpin Minoritas Senat AS, Chuck Schumer mengecam Langkah Presiden Donald Trump yang melancarkan serangan ke Iran. Schumer menuduh pemerintahan mengeluarkan pernyataan yang kontradiktif tentang perang dan menuntut kesaksian publik dari para pejabat senior.

"Perang Donald Trump dengan Iran semakin membingungkan dan semakin kontradiktif setiap harinya," kata Schumer di ruang sidang Senat, Selasa, 10 Maret 2026.

Pernyataannya disampaikan beberapa jam setelah Menteri Pertahanan Pete Hegseth memperingatkan, bahwa AS sedang mempersiapkan "hari serangan paling intens" di dalam Iran sebagai bagian dari Operasi Epic Fury.

Schumer menunjuk pada komentar yang dibuat Trump pada awal pekan ini, yang menunjukkan bahwa operasi tersebut mungkin sudah hampir selesai.

Advertisement

"Nah, yang mana yang benar? Apakah perang akan berakhir, atau kita berada di ambang pertempuran terburuk? Bagaimana mungkin Trump dan kroninya tidak bisa bertahan 12 jam tanpa saling bertentangan tentang perang ini? Sungguh luar biasa," lanjutnya.

Schumer menuduh Trump berbicara tanpa pemahaman yang jelas tentang fakta. Ia juga mengatakan, presiden membuat pernyataan spontan yang sering kali bertentangan dengan komentarnya sendiri sehari kemudian.

Iran Tidak Memiliki Rudal Tomahawk

Anggota partai Demokrat itu juga menantang klaim Trump, bahwa rudal Tomahawk Iran bertanggung jawab atas serangan terhadap sekolah khusus perempuan yang menewaskan 175 warga sipil, termasuk banyak anak-anak.

"Iran tidak memiliki rudal Tomahawk, Donald Trump! Klaim itu sangat tidak masuk akal," kata Schumer.

Sebelumnya, Trump mengklaim bahwa Iran memiliki rudal jelajah Tomahawk dalam persenjataannya, karena amunisi tersebut menjadi bukti kunci dalam serangan udara terhadap sekolah tersebut.

Schumer menuntut penyelidikan yang “penuh, independen, dan transparan” atas serangan dan korban sipil. “Harus ada pertanggungjawaban.”

Dia juga memperingatkan bahwa perang tersebut sudah memengaruhi ekonomi global, khususnya dengan ketegangan di sekitar Selat Hormuz, jalur penting untuk pengiriman minyak global.

“Donald Trump menyebabkan kekacauan dalam ekonomi kita,” tandasnya.

Advertisement
Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID