Internasional . 11/03/2026, 19:34 WIB

Selat Hormuz Ditutup, IRGC Blokir Ekspor Minyak Timur Tengah ke Sekutu AS dan Israel

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

Sejak konflik meningkat, laporan dari berbagai sumber menyebut bahwa Islamic Revolutionary Guard Corps telah beberapa kali menargetkan kapal tanker yang melintasi jalur strategis di kawasan Teluk.

Serangan tersebut dilakukan menggunakan drone tempur serta rudal jarak jauh yang diarahkan ke kapal-kapal yang dianggap memiliki keterkaitan dengan negara-negara sekutu Amerika Serikat dan Israel.

Pihak Iran menyatakan tindakan tersebut merupakan bentuk pertahanan diri atas agresi militer yang dinilai telah melanggar kedaulatan negara mereka.

Meskipun ancaman blokade minyak sudah diumumkan, pejabat Iran menyatakan bahwa kebijakan tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tergantung perkembangan situasi militer.

Konfrontasi antara Iran dan pasukan koalisi di kawasan masih berlangsung dan berpotensi memicu konflik yang lebih luas.

Para analis geopolitik menilai bahwa jika Selat Hormuz benar-benar diblokade, dampaknya tidak hanya dirasakan negara-negara di Timur Tengah, tetapi juga ekonomi global.

Kenaikan harga minyak, gangguan rantai pasokan energi, hingga ketidakstabilan pasar keuangan dunia menjadi risiko nyata yang kini mulai diperhitungkan banyak negara.

Dengan kondisi yang masih sangat dinamis, dunia kini menunggu apakah konflik ini akan mereda melalui diplomasi atau justru berkembang menjadi krisis energi global yang lebih besar. (*)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com