Internasional . 12/03/2026, 22:04 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
“Jika yang dihitung hanya biaya penggantian amunisi yang digunakan, jumlahnya sudah jauh melampaui 10 miliar dolar,” ujarnya seperti dikutip dari NBC News.
Untuk menekan pengeluaran, militer AS kini mulai menggunakan jenis amunisi yang lebih murah, seperti bom JDAM yang hanya menelan biaya sekitar 80 ribu dolar AS atau sekitar Rp1,3 miliar per unit.
Konflik yang dimulai pada 28 Februari ini telah memicu kerusakan besar di berbagai wilayah Iran.
Pasukan Amerika Serikat bersama sekutunya, Israel, dilaporkan telah menyerang lebih dari 5.500 target strategis di wilayah Iran.
Target tersebut mencakup berbagai fasilitas militer, instalasi logistik, serta sejumlah infrastruktur penting.
Komando Pusat AS atau United States Central Command juga mengklaim telah menenggelamkan atau melumpuhkan lebih dari 60 kapal militer Iran selama operasi berlangsung.
Namun eskalasi militer ini juga menimbulkan korban jiwa yang sangat besar.
Laporan terbaru menyebutkan:
Lebih dari 1.200 orang tewas di Iran
Sekitar 570 korban jiwa di Lebanon
7 personel militer AS tewas
140 tentara Amerika mengalami luka-luka
Salah satu serangan yang menuai kecaman internasional terjadi ketika sebuah sekolah dasar di Iran terkena serangan militer.
Insiden tersebut dilaporkan menewaskan 168 anak-anak dan 14 guru, sehingga memicu kritik keras dari berbagai pihak terkait dampak kemanusiaan konflik tersebut.
Besarnya biaya perang memicu perdebatan sengit di Kongres mengenai prioritas anggaran negara.
Sejumlah anggota parlemen memperkirakan pemerintahan Presiden Donald Trump akan segera mengajukan permintaan dana darurat tambahan kepada Kongres.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media