Balik Kampung . 12/03/2026, 11:53 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Mobilitas masyarakat diperkirakan melonjak tajam saat libur Lebaran 2026. Karena itu, PT Jasa Marga (Persero) Tbk langsung tancap gas mempercepat perbaikan dan pemeliharaan jalan tol di seluruh ruas yang dikelolanya. Perusahaan pelat merah ini ingin memastikan kondisi jalan tetap prima sebelum puncak arus mudik Idulfitri 1447 H dimulai.
Langkah percepatan preservasi jalan tol ini muncul di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir berpotensi memicu kerusakan perkerasan jalan. Kondisi tersebut semakin berat karena tingginya beban kendaraan di jalan tol, terutama kendaraan dengan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL).
Situasi ini membuat operator tol harus bergerak cepat. Tanpa penanganan yang tepat, kombinasi hujan deras dan beban kendaraan berat bisa mempercepat munculnya lubang atau kerusakan pada permukaan jalan.
Cuaca Hujan Diprediksi Dominasi Libur Lebaran 2026
Berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, kondisi cuaca selama periode libur Lebaran 2026 diperkirakan didominasi hujan ringan hingga sedang di sejumlah wilayah Indonesia.
Prediksi ini menjadi alarm penting bagi operator jalan tol. Hujan yang turun secara terus-menerus dapat mempercepat degradasi konstruksi jalan jika sistem drainase tidak optimal atau perkerasan sudah mulai melemah.
Karena itu, Jasa Marga menjalankan program preservasi jalan tol secara menyeluruh dan berkelanjutan. Targetnya cukup ambisius: seluruh gangguan pada perkerasan jalan tol dapat ditangani secara optimal paling lambat 14 Maret 2026.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan pelayanan operasional jalan tol tetap berjalan maksimal serta memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), terutama menjelang lonjakan kendaraan saat arus mudik dan arus balik Lebaran.
Jasa Marga Minta Maaf ke Pengguna Tol
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan tol atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi selama proses perbaikan berlangsung.
Menurutnya, sejumlah pekerjaan preservasi memang berpotensi mempengaruhi kenyamanan perjalanan. Namun langkah tersebut harus dilakukan demi menciptakan perjalanan mudik yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa percepatan pekerjaan menjadi prioritas utama perusahaan. Dengan cara ini, kualitas jalan tol tetap terjaga sebelum lonjakan kendaraan terjadi saat musim mudik.
Selain itu, seluruh pekerjaan dilakukan di bawah pengawasan Kementerian Pekerjaan Umum sebagai bagian dari pemenuhan standar pelayanan jalan tol di Indonesia.
Perbaikan Jalan Tol Dilakukan Secara Masif
Program preservasi yang dijalankan Jasa Marga tidak hanya fokus pada satu aspek. Perusahaan melakukan berbagai jenis perbaikan untuk memulihkan kualitas permukaan jalan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media