fin.co.id - Isu mengenai keselamatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ramai beredar di tengah meningkatnya konflik antara Iran dan Israel. Spekulasi tersebut muncul setelah Iran melancarkan sejumlah serangan balasan ke Tel Eviv setelah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei tewas.
Militer Iran menyatakan bahwa Netanyahu mungkin telah tewas atau terluka akibat serangan rudal yang mereka luncurkan.. Pernyataan tersebut kemudian memicu berbagai spekulasi mengenai keberadaan pemimpin Israel tersebut.
Media Iran, termasuk Tasnim News Agency, menyoroti beberapa hal yang dianggap mencurigakan bahwa Netanyau telah tewas. Di antaranya adalah tidak munculnya video terbaru Netanyahu di publik. Netanyahu terkahir kali muncul pada tanggal 7 Maret 2026.
Kecurigaan lainnya bahwa tidak ada peningkatan pengamanan di sekitar kediamannya, serta penundaan sejumlah agenda diplomatik. Kondisi tersebut memicu berbagai teori mengenai kemungkinan Netanyahu menjadi korban serangan, antara tewas ata terluka parah.
Tidak hanya itu, muncul pula klaim lain yang menyebut saudara Netanyahu, Iddo Netanyahu, tewas akibat serangan udara Iran di Tel Aviv.
Ada pula unggahan yang menyebut Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengalami luka dalam serangan yang sama.
Namun berbagai klaim tersebut dinilai tidak benar di bantah oleh media Israel, The Jerussalem Post. Dikatakan bahwa tidak ada laporan resmi yang menyatakan Benjamin Netanyahu maupun saudaranya terkena serangan udara Iran. Informasi mengenai Ben-Gvir yang terluka juga tidak terbukti.
Artikel yang diterbitkan Tasnim disebut hanya mengumpulkan sejumlah potongan informasi tidak langsung. Di antaranya ketidakhadiran video terbaru Netanyahu, laporan peningkatan keamanan di sekitar rumahnya, hingga kabar penundaan kunjungan tokoh seperti Jared Kushner dan utusan khusus Amerika Serikat Steve Witkoff" tulis The Jerusalem Post.
Media ini mengatakan bawha Tasnim mengutip klaim mantan perwira intelijen Amerika Serikat Scott Ritter melalui media Rusia yang menyebut Iran telah membom tempat persembunyian Netanyahu. Bahkan muncul tudingan bahwa saudara Netanyahu telah tewas. Namun Tasnim sendiri mengakui bahwa spekulasi tersebut belum dikonfirmasi secara resmi.
"Sejumlah informasi publik justru menunjukkan Netanyahu masih menjalankan aktivitasnya. Kantor Perdana Menteri Israel merilis pernyataan resmi pada 7 Maret yang disampaikan oleh Netanyahu. Selain itu, portal pemerintah Israel juga mencatat bahwa ia mengunjungi lokasi dampak serangan di Beersheba pada 6 Maret" tulis The Jerussalem Post.
Dengan demikian, belum ada sumber publik yang kredibel yang mengonfirmasi klaim bahwa Benjamin Netanyahu terbunuh atau terluka dalam serangan Iran. *