fin.co.id – Tersangka dalam polemik tudingan ijazah palsu Presiden Joko Widodo, Rismon Sianipar, disebut berencana bertemu langsung dengan Jokowi di Solo.
Informasi tersebut disampaikan oleh ajudan Jokowi, Kompol Syarif. Ia mengatakan rencana pertemuan itu memang sudah dibicarakan, meski hingga kini belum ada kepastian mengenai waktu pelaksanaannya.
"Ya, rencananya seperti itu," katanya kepada wartawan, Kamis 12 Maret 2026.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, membenarkan bahwa Rismon bersama tim kuasa hukumnya sempat mendatangi kantor polisi.
Kedatangan mereka bertujuan menanyakan perkembangan pengajuan penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice.
"Saudara RHS bersama kuasa hukumnya datang ke Polda Metro Jaya untuk menanyakan perkembangan restorative justice yang diajukan dari pihaknya," terangnya.
Iman menjelaskan, restorative justice merupakan mekanisme penyelesaian perkara pidana yang mengedepankan pendekatan perdamaian antara pihak-pihak yang berselisih. Proses tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah persyaratan yang telah diatur dalam ketentuan hukum yang berlaku.
Menurutnya, setiap permohonan penyelesaian perkara melalui mekanisme tersebut akan diproses sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.
Pihak Polda Metro Jaya memastikan seluruh permohonan yang masuk akan ditindaklanjuti secara profesional dengan mengacu pada ketentuan hukum yang ada.
Langkah Rismon Sianipar mengajukan restorative justice sebelumnya menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan polemik dugaan ijazah palsu yang menyeret nama Presiden Jokowi.
Menanggapi hal tersebut, Roy Suryo turut memberikan pernyataan. Ia menegaskan bahwa dirinya bersama sejumlah pihak tetap mempertahankan sikap awal dalam menyikapi polemik tersebut.
Roy mengaku sempat berdiskusi dengan rekannya, Tifa, terkait perkembangan isu tersebut.
"Setidaknya saya mengobrol dengan dokter Tiffa, kita tidak mundur. Kalau kemudian kontroversinya panjang, karena ada saja akal-akalan dari pihak sebelah," katanya kepada awak media, Kamis 12 Maret 2026.
Menurut Roy, sebelum polemik yang melibatkan Rismon Sianipar muncul ke publik, dirinya sudah memperkirakan akan ada persoalan lain yang berkaitan dengan isu tersebut.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa sikap mereka hingga saat ini tidak berubah.
Roy juga menyampaikan doa dan harapannya agar Rismon Sianipar mendapatkan perlindungan serta petunjuk dalam menghadapi polemik yang tengah berlangsung.
"Saya mendoakan semoga sahabat kita Rismon Sianipar diberikan hidayah, diberikan pencerahan, dan perlindungan oleh Allah SWT," tuturnya.
Polemik mengenai dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi hingga kini masih menjadi perbincangan di ruang publik maupun media sosial, meskipun berbagai pihak sebelumnya telah memberikan klarifikasi terkait keaslian dokumen tersebut.
Rafi Adhi/Disway