Pengakuan Menteri Amerika: Militer AS Tak Siap Mengawal Kapal Tanker Melewati Selat Hormuz.

news.fin.co.id - 12/03/2026, 23:17 WIB

Pengakuan Menteri Amerika: Militer AS Tak Siap Mengawal Kapal Tanker Melewati Selat Hormuz.

Iran izinkan kapal tanker Thailand lewati selat Hormuz.

fin.co.id - Militer AS “belum siap” untuk mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz yang kritis, karena semua asetnya difokuskan untuk menyerang Iran. Hal itu diungkapkan Menteri Energi AS, Chris Wright, Kamis, 12 Maret 2026.

“Itu akan terjadi relatif segera, tetapi tidak bisa terjadi sekarang. Kami sama sekali belum siap,” kata Wright kepada CNBC.

“Semua aset militer kami saat ini difokuskan untuk menghancurkan kemampuan ofensif Iran dan industri manufaktur yang memasok kemampuan ofensif mereka,” lanjutnya.

Ia menambahkan, bahwa “sangat mungkin” pengawalan tersebut akan dilakukan pada akhir bulan ini.

Advertisement

Sejak melancarkan perang terhadap Iran, Presiden AS Donald Trump telah berupaya menenangkan pasar dengan menawarkan pengawalan Angkatan Laut AS untuk kapal tanker minyak di Selat Hormuz.

Namun, hingga saat ini belum ada pengawalan yang dilakukan oleh militer AS pada kapal-kapal tanker mereka.

Wright juga mengatakan, bahwa harga minyak global kemungkinan tidak akan mencapai USD200 per barel, meskipun kapal tanker minyak mentah tetap tertahan di Selat Hormuz dan perang AS dan Israel dengan Iran semakin meluas.

“Saya rasa tidak mungkin, tetapi kami fokus pada operasi militer dan menyelesaikan masalah,” kata Wright kepada CNN ketika ditanya apakah harga akan mencapai USD200 per barel.

Harga minyak melonjak 6 persen menjadi hampir USD100 pada hari Kamis, setelah dua kapal tanker terbakar di pelabuhan Irak setelah dihantam oleh kapal-kapal yang diduga bermuatan bahan peledak milik Iran.

Kenaikan ini terjadi meskipun lebih dari 30 negara di Badan Energi Internasional mengumumkan sehari sebelumnya penarikan cadangan minyak global terbesar yang pernah terkoordinasi, yaitu 400 juta barel, sekitar 40 persen di antaranya berasal dari AS, produsen minyak terbesar di dunia.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID